
Medan, Dinamika Online – Rektor UIN SU, Prof. Dr. H. Saidurrahman M. Ag. mengatakan ada dua hal penting saat ini untuk menyiapkan mahasiswa dan alumni yang memiliki daya saing tinggi, yakni digitalisasi dan akreditasi. Menurutnya, dua kebijakan tersebut mendapat perhatian lebih saat ini karena relevan dan kontekstual dengan suasana pandemi Covid-19 yang masih mengancam.
“Digitalisasi adalah jawaban yang paling tepat bagi perguruan tinggi untuk tetap dapat bertahan di era pandemi. Seiring dengan amanah Menteri Agama RI, Fakhrurrazi dalam wisuda kali ini, PTKIN harus mampu mengembangkan kreatifitas dan inovasinya. Tidak bisa bertahan kepada satu model pembelajaran saja,” kata Rektor pada Wisuda 450 Sarjana UINSU yang ke-74 sekaligus Wisuda Daring yang ke II di pandemi Covid-19 ini, yang dilaksanakan di Aula Kampus II UINSU, Jl. Williem Iskandar, Jumat (21/8).
Lebih lanjut, Rektor menambahkan, mahasiswa tidak boleh mencukupkan dirinya hanya dengan selembar ijazah dan transkip saja, tetapi harus membekali dirinya dengan beragam keterampilan yang akan memberi daya ungkit bagi alumni untuk memasuki dunia kerja. “UINSU Medan sejak tahun 2016 telah menetapkan program unggulan yang dikenal dengan Tiga harga mati yang selanjutnya kita sempurnakan menjadi lima harga mati. Adapun lima harga mati; Akreditasi, Digitalisasi, Internasionalisasi, Filantropi, dan Pengembangan Bisnis. Kelima kebijakan dasar ini memiliki keterkaitan yang kuat dengan penciptaan daya saing unggul untuk Indonesia maju di masa depan,” jelas Saidurrahman menambahkan.
Digitalisasi bukan sebatas penyediaan sarana dan prasarana belajar daring, administrasi akademik yang menggunakan aplikasi Siakad, Portal Sia dan aplikasi lainnya, tetapi digitalisasi adalah syarat mutlak bagi sebuah kampus yang ingin menjadi smartcampus. Smartcampus menjadi penting untuk menunjukkan kesiapan sebuah Universitas untuk dapat bertumbuh dan berkembang di era 4.0.
“Penting untuk dipahami, smartcampus bukan dalam arti sebuah kampus di mana di dalamnya terdapat mahasiswa yang cerdas, atau dosen-dosen, dan tenaga kependidikan yang cerdas. Agaknya tidak berlebihan jika kita mengatakan bahwa smartcampus adalah sebuah Universitas atau kampus yang senantiasa, memadukan, mengkombinasikan, menggabungkan dan mengimplementasikan proses belajar mengajar dengan menggunakan teknologi informasi. Sehingga semua sistem yang menunjang proses belajar mengajar juga menggunakan teknologi internet,” jelasnya.
Rektor menyampaikan harapannya terkait UIN SU yang akan segera menuju SmartCampus. “UINSU Medan harus segera merespon perkembangan teknologi tersebut, tentu saja bukan sebatas pengekor atau pengikut, tetapi harus mampu mengembangkan teknologi smartcampus-nya. Dalam hal ini tentu saja diperlukan inovasi dan kreatifitas serta etos digital bagi seluruh sivitas akademika UINSU Medan,” harapnya.
Sementara kaitannya dengan akreditasi, Prof. Saidurrahman menyebutkan sudah dicanangkan 4 tahun lalu, di masa mendatang akan mendapatkan perhatian yang lebih serius. “Kita tidak dapat berleha-leha di sini, apa lagi memandangnya remeh. Kita tidak cukup berpuas hanya dengan akreditasi sangat baik atau B saja. Melainkan kita harus memperoleh akreditasi unggul untuk semua prodi. Semua pimpinan Fakultas dan pengelola program studi serta dosen dan mahasiswa harus memiliki kesadaran yang sama akan pentingnya akreditasi,” ungkapnya.
Penulis : Risma Dona dan Agustini
Editor : Nurul Liza Nasution

