Bersihkan Hati dan Pikiran dalam Memperbaiki Ucapan dan Perbuatan

- Advertisement - Pfrasa_F
(Ilustrator: Muhammad Tri Rahmat Diansa)

Penulis: Aghna Zainina

- Advertisement - jd

“Hati yang bersih berbuah kebaikan, ucapan dan perbuatan yang baik berbuah ketenangan”

Setiap manusia yang diciptakan Tuhan di dunia ini memiliki kewajiban atas diri sendiri dan orang lain di sekitarnya, misalkan saja seorang anak kepada orang tua, keluarga, teman-teman, dan orang-orang di sekitarnya, di kampus atau di mana saja. 

Kewajiban berbuat baik bukan sebatas agar seseorang dipandang baik oleh manusia, tetapi makna lebih luasnya adalah untuk melakukan hal yang menjadi ketetapan dari Sang Pencipta, atas tujuan penciptaan manusia di dunia ini sebagai khalifah. 

Perbuatan baik dimulai dari dalam diri, yaitu berupaya membersihkan hati dan pikiran atas hal yang terjadi di sekitar. Dalam memahami suatu permasalahan di lingkungan haruslah terlebih dahulu memahami dengan jelas permasalahan tersebut, bukan serta-merta menyalahkan atau memberi suatu asumsi tanpa mengetahui hal yang sebenarnya terjadi. 

Sudah menjadi fenomena saat ini, di tengah luasnya informasi menimbulkan banyak permasalahan di ruang publik yang memancing orang-orang untuk berargumen dan terkadang tidak sesuai dengan pokok permasalahan. Di sinilah kita harus bersikap bijak dalam menilai dan mengambil suatu hal yang terjadi dan menjadikannya sebagai bahan pembelajaran dalam upaya mengenali serta upaya membersihkan hati dan pikiran. 

Selama manusia masih mau belajar dan mau memberi ruang pikiran yang baik untuk suatu hal yang belum jelas, maka akan lahir perbuatan yang baik. Karena sikap ini akan membentuk pandangan yang lebih objektif terhadap suatu permasalahan. 

Maka kesimpulan dari ini semua, terbentuknya suatu keputusan dan perbuatan yang baik adalah hasil dari pikiran dan hati yang bersih. Oleh karena itu, tugas utama kita adalah menjaga kebersihan hati dan juga pikiran. Salah satu kiat utamanya adalah berlaku dan berkata jujur dengan mengatakan hal baik sebagai kebaikan, dan hal buruk sebagai keburukan. 

Editor: Annisa

- Advertisement - DOP

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles