Cinta Laki-Laki Biasa

- Advertisement - Pfrasa_F
Cover buku. (foto/bukalapak)
  • Penulis: Asma Nadia, dkk
  • Penyunting: Isa Alamsyah
  • Layout dan Ilustrasi: Dita FU
  • Desainer sampul: Starvision & Wasi Kendedes
  • Penerbit: AsmaNadia Publishing House
  • Tebal buku: 264 halaman
  • Tahun Terbit: Cetakan kedelapan, Desember 2016
- Advertisement - jd

Peresensi: Tia Rahmadhani Nasution

Buku Cinta Laki-laki Biasa menghadirkan cerita-cerita yang bukan kisah biasa, melainkan kisah yang telah terseleksi dari ribuan naskah lomba menulis Cinta dalam Aksara yang diadakan oleh Asma Nadia. Buku ini menyajikan 18 cerpen yang didalamnya terdapat cerita cinta yang luar biasa, baik cinta terhadap pasangan hidup ataupun cinta kepada keluarga.

Menyuguhkan buku dengan cerita cinta yang luar biasa melalui penyampaian yang ringan dan lembut menjadi ciri khas dari kebanyakan buku Asma Nadia. Cerita yang dituangkan dalam buku ini membuat saya sebagai pembaca seolah turut merasakan peristiwa dalam cerita tersebut.

Salah satu cerpen dalam buku Cinta laki-laki biasa ini, mampu begitu membuat saya terenyah dan begitu menyukai alur kisahnya, yaitu cerpen karya Dhita H.C yang berjudul Telur Dadar. Cerpen yang menurut saya memiliki ide cerita yang paling unik.

Baca juga: Tetaplah menjadi Diri Sendiri

Cerpen ke-12 dalam buku ini menceritakan tentang penyesalan Hadi yang telah meninggalkan mantan istrinya Aryani hanya karna Aryani tidak bisa membuat masakan lain selain telur dadar. Sampai pada hari dimana Hadi dipertemukan dengan Aryani melalui Egga mahasiswanya di sebuah warung makan yang begitu ramai pengunjung.

Egga berhasil membuat Hadi terdiam melihat warung milik ibunya yang khusus menyajikan telur dadar yang begitu ramai oleh motor, mobil berjejal-jejal, dan mereka datang ke tempat itu hanya untuk menyantap penganan favoritnya.

Di warung itulah Hadi bertemu Aryani, tidak sabar untuk menyantap telur dadar buatan ibu mahasiswanya. Hadi menyantap potongan telur dadar, dan lelaki itu terkesima setelah tiga ratus kali lebih mengunjungi rumah makan dengan menu telur dadar, baru kali ini ia merasa sebagian memorinya kembali.

Baca juga: Belajar Menjadi Wartawan Investigasi

Sebab mengenal betul telur dadar yang ia santap adalah yang dicarinya selama ini. Hadi kembali mengingat Aryani. Dengan penasaran, Hadi meminta Egga untuk memanggilkan ibunya.

Tepat di hari itulah mereka bertemu dan rasa penyesalan Hadi hadir saat melihat wanita yang ia tinggalkan hanya karena selalu memasak telur dadar untuknya.

Hadi memejamkan mata, mengingat saat-saat itu. sebagai laki-laki, pantang baginya menangis, namun tidak untuk hari ini. Ia menyesal sudah menceraikan Aryani karena alasan tidak masuk akal. Yang sebenarnya hanya dibuat-buat. (Hal. 135)

Baca juga: Menyegerakan Menikah Itu Lebih Baik

Hadi diliputi rasa bangga pada mantan istrinya, sekaligus menyesal karena tidak bisa melihat kelebihan istrinya itu, dulu. (Hal. 137)

Masih ada 17 judul cerpen di dalam buku ini dengan kisah-kisah menariknya. Dari semua cerpen yang disajikan dalam buku ini menggunakan gaya bahasa yang memikat dan muncul dari ide yang begitu unik. Bila benar-benar merasakan, tak menutup kemungkinan pembaca akan meneteskan air mata saat membaca cerpen-cerpen dalam buku ini.

Editor: Ade Suryanti

- Advertisement - DOP

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles