Dagangan Digusur Satpam, Pedagang Tanyakan Alasannya

- Advertisement - Pfrasa_F
Foto: Nur Fadilah Kawakib
- Advertisement - jd

Medan, Dinamika Online – Pedagang di sekitar Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan digusur dengan diangkutnya barang dagangan secara paksa yang dilakukan oleh beberapa satpam UIN SU. Penggusuran ini menimbulkan pertanyaan dari pedagang, terkait alasan dilakukannya, Selasa (9/12).

Ibrahim sebagai pedagang roti mengutarakan perihal runtutan kejadian penggusuran tersebut. “Beberapa hari yang lalu, tepatnya Jumat pagi, satpam sudah mengingatkan tidak ada yang boleh berjualan, namun katanya habis Jumat, boleh. Yang menjadi pertanyaannya, kenapa pagi bisa, siang tidak? Saat ditanya oleh pedagang ini keputusan dari siapa? Mereka menjawab dari semua. Tapi tidak jelas,” tuturnya.

“Hari ini, mereka mengangkut barang secara paksa tanpa ada izin dari penjual. Tidak adil rasanya. Kami jualan, untuk mencari nafkah. Paling tidak kalau tidak boleh, bilang alasannya dengan alasan yang masuk akal. Karena keputusan ini, seperti keputusan sepihak,” tambah Ibrahim.

Pazli, pedangan yang tergusur menuturkan keluhan sekaligus harapnya. “Semalam saya sudah datang ke biro dan sudah kasih surat permohonan untuk berjualan.Namun hari ini, dagangan saya diangkut secara paksa. Kondisinya tadi sedang hujan. Rasanya semacam tidak ada perasaan. Cara mereka mengangkutnya yang salah. Harapannya, buatlah tempat usaha yang resmi untuk mahasiswa. Saling membantu dalam perekonomian,” papar Pazli.

Dr. Sangkot Azhar selaku Ketua Pusbangnis menyatakan bahwasannya masalah penggusuran itu berkaitan dengan Kabag Umum. “Masalah penggusuran itu berkaitan dengan Kabag Umum. Orang yang berjualan harus ada izin. Prosesnya, buat permohonan, diajukan ke rektorat kemudian rektorat konfirmasi dengan Pusbangnis, dan Pusbangnis membuat kontrak yang disetujui rektorat dan pedagang,” jelasnya.

“Jadi untuk sementara ini, yang ada kontrak dan izinnya diberi tanda tiket dan sudah resmi serta membayar kontribusi. Kita tidak berhak menertibkan karena kita tidak punya lokasi. Kabag Umum yang menyarankan ini disewakan, syaratnya buat permohonan. Sekarang kita sedang buat permohonan ke umum untuk diberikan titik-titik yang bisa dijadikan tempat jualan,” tambahnya.

Reporter : Sri Julia Ningsih dan Nilamaida

Editor      : Maya Riski

- Advertisement - DOP

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles