Delegasi Sumut Berhasil Raih Penghargaan Bergengsi di Taiwan

- Advertisement - Pfrasa_F
Foto: Dok. Panitia
- Advertisement - jd

Lima mahasiswa dari Sumatera Utara menjadi delegasi dalam ajang perlombaan WIIPA (World Invention Intellectual Property Associations), dalam event KIDE (Kaohsiung International Invention & Design Expo). Acara ini berlangsung di Taiwan dan diikuti oleh 27 Negara pada 6-8 Desember.

Lomba ini merupakan lomba penelitian terbesar akhir tahun 2019, yang terinspirasi oleh pengembangan teknologi negara-negara di dunia, terutama berusaha menjadi wadah bagi inovator muda dalam perkembangan teknologi.

Gabungan yang terdiri dari lima anggota dalam satu grup ini adalah, Nurlina Maharani (UIN SU), Yurid Audina (UIN SU), Aflah Fajari (USU), Rafika Utami (UNIMED) dan Fanny Fashiri (UNIMED). Sebelum berkompetisi di Taiwan, mereka sudah terlebih dahulu berkompetisi di negara tetangga, Malaysia.

Berawal dari sebuah perbincangan sederhana mengenai mirisnya kondisi pendidikan desa terpencil di Sumatera Utara, keinginan untuk membuat sebuah komunitas pemberdayaan masyarakat, memunculkan ide dan harapan-harapan baru bagi mereka, tentang bagaimana caranya mengangkat potensi lokal yang ada di Sumatera Utara dengan produk yang bernama Soifera dan memerlukan proses yang panjang.

Soifera sendiri merupakan produk alternatif penambah gizi dan nutrisi. “Kami buat supplement food menggunakan kecambah sorgum yang manfaatnya belum diketahui oleh banyak orang,” ungkap Nurlina, delegasi dari UIN SU. Rencananya, produk Soifera akan dikembangkan lagi dan diuji lebih lanjut agar efektivitas dan kebermanfaatannya dapat dirasakan oleh masyarakat.

Salah satu delegasi dari kampus USU menjelaskan untuk teknik penelitian tim ini menggunakan penelitian kuantitatif. “Teknik penelitiannya menggunakan teknik penelitian kuantitatif. Namun di sini kami menggunakan bantuan uji dari balai perindustrian dan makanan dari kementrian perindustrian jadi lebih gampang,” kata Aflah Fajari.

Penelitian ini bertujuan untuk mengangkat potensi lokal yang ada di Sumatera Utara. “Kami terpikir untuk bagaimana caranya mengangkat potensi lokal yang ada di Sumatera Utara, yang kami beri nama produk Soifera, tapi sekali lagi kami masih memerlukan proses yang panjang agar produk ini terealisasikan ke masyarakat,” jelas Nurlina lagi.

Berangkat dari Soifera tadi, mereka berhasil meraih dua penghargaan di ajang bergengsi di Taiwan, Gold Award dari SRIT India (Special Award Inovasi Bidang Medical Healty dan Silver Medal) dan penghargaan dari WIIPA.

Belajar dari beberapa kegagalan hingga mencapai beberapa kesuksesan, juga masih perlu untuk bekerja keras dalam berkarya. “Kami masih perlu berkarya dan bekerja keras lagi dalam pengembangan produk hingga layak dipasarkan ke masyarakat dan sangat mengharapkan bantuan dari pihak-pihak lain, harapannya lebih banyak lagi anak Sumut yang mau berkontribusi dalam pengembangan produk lokal dan pemberdayaan masyarakat,” ungkap Nurlina.

Reporter : Tiwi Sartika

Editor      : Isma Hidayati

- Advertisement - DOP

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles