Di – Lost /3/

- Advertisement - Pfrasa_F
Ilustrator: Mhd. Haris
- Advertisement - jd

Penulis: Khairatun Hisan

Perihal ketiga: Dipertemukan

Irca benar-benar terkejut atas apa yang ia lihat di depan matanya, itu adalah Sasa. Teman baiknya sendiri, ia tak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Apa salahnya, kenapa ia diculik oleh temannya sendiri.

“Apa salah gua Sa, gua tidak pernah macam-macamkan sama lu. Plis biarin gua pergi. Gua tidak mau Dito khawatir sama gua” mohon Irca tetapi Sasa sama sekali tak mau mendengar

“Berisik Ca, lu tunggu aja siapa yang datang nanti” kata Sasa dengan nada yang mengerikan.

Irca berharap yang datang nanti adalah Dito, hanya Dito yang bisa dia harapkan, hanya pacarnya bukan orang lain.

Krikkk…. Krikkk….

Derit pintu yang sudah berkarat karena sudah bertahun-tahun tak dipakai. Pintu itu terbuka dan memperlihatkan sosok berbadan tegap. Sosok tersebut mendatangi Sasa yang telah menunggunya dari tadi.Ia tersenyum melihat sosok Irca yang sedang merintih dan menangis ingin di keluarkan.

“Nih, udah ketemu. Sekarang terserah lu mau gimana, gua tunggu di luar”  kata Sasa ketika orang tersebut datang.

“Yaudah, cabut dah lu. Biar gua yang ngurus nih cewek” kata sosok tersebut.

Irca melihat sosok tegap itu  langsung terkejut untuk kedua kalinya. Seakan dunia runtuh kali ini.

Baca juga: Di – Lost /1/

***

Aku masih mencari Dito yang tak kunjung berkabar. Aku berlari kesana kemari, memegang telepon berharap Dito meneleponku secepatnya. Seketika aku teringat Sasa, teman baiknya Irca. Langsung saja kutelepon Sasa.

“Halo Sa” kataku

“Halo Ya, kenapa? Ada apa nih nelepon gua malem-malem” ujar Sasa di ujung sana

“Irca ilang, lu tau tidak dia kemana? Atau tadi dia ada sama lu?” tanya ku khawatir

“Gada tuh, dia juga engga chat gua akhir-akhir ini. Ya ampun tuh anak, bikin khawatir gua aja dah. Dito gimana? Dia cariin juga?” tanya Sasa lagi.

“Ya iyalah namanya juga pacar lagi hilang, masa dia nyantai aja di rumah sedangkan gua kesana kemari nyariin dia” kesalku

“Ya maaf, udah ya gua ada urusan nih. Ntar kalo udah selesai, gua bakal cariin Irca ampe dapat. Bye” putus Sasa.

Aku benar-benar tak punya harapan lagi, kuistirahatkan tubuhku di tempat duduk yang tersedia. Kulihat sosok yang sedang tertatih kecapekan, kuperhatikan dalam-dalam ternyata itu adalah Dito. Aku menemukannya.

“Dito!!!!” teriakku kesal. Dito langsung melihat ke arahku dan pergi mendatangiku. Matanya sembab sekali, seakan sudah menangis selama tujuh hari tujuh malam.

“Gua tidak menemukan Irca sama sekali. Ya, gimana nih. Gua stress banget” tangis Dito lagi.

Aku benar-benar merasa kasihan atas apa yang terjadi kepada Dito.

“Udah yuk, jangan larut dalam sedih. Kita cari dia sekarang juga” ajakku agar bisa menenangkan dia.

Kuharap Dito dan aku tak akan menemukannya.

Baca juga: Di – Lost /2/

***

Irca benar-benar tak percaya apa yang ia lihat kali ini, sosok tegap ini. Ia tak ingin percaya atas apa yang ia lihat. Ia makin menangis, terus menangis.

“Bisa diam gak sih? ribut tahu tidak, berisik. Ntar orang pada tahu kalo di sini ada penghuninya,” tegas sosok tersebut.

Irca makin menangis ketika ia mendengar suara tersebut. ia meminta untuk di keluarkan dari sini tapi tak digubris olehnya.

“Kaget tak liat gua? Enggak kan? Masa tak bisa nyangka sih kalo gua pelakunya?” kata sosok tersebut sambil tersenyum mengerikan. Irca makin ketakutan dan tak bisa menangis lagi. Benar-benar gila sosok ini dalam batinnya, ia berharap sosok ini bisa mati di tangannya.

Editor : Rindiani

- Advertisement - DOP

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles