Di – Lost /4/

- Advertisement - Pfrasa_F
Ilustrator: Mhd. Haris
- Advertisement - jd

Penulis: Khairatun Hisan

Perihal keempat: Diselesaikan

“Gila tak tahu diri banget! Kemana mahasiswa-mahasiswa lain yang udah lu culik?” bentak Irca. Ia benar-benar marah sebab ia tak bisa menyangka bahwa sosok itu adalah dosen pembimbing pacarnya sendiri, Pak Pram.

“Udah mati tuh, lu mau gua matiin juga?” kata pak Pram dengan santai. Pak Pram adalah dalang dari semua ini, dibantu oleh dua orang. Sasa dan Arya. Tapi Irca tidak akan tahu bahwa Arya, teman pacarnya ikut bersengkongkol dengan laki-laki gila ini.

“Lepasin gua sekarang juga, gua mau hidup bebas. Gua gada masalah sama lu dan Sasa. Gua anak baik dan semua orang tau itu,” bentaknya lagi

Pak pram benar-benar emosi karena sudah dibentak oleh Irca, ia pukul kepala Irca sampai berdarah padahal ia memukulnya dengan tangannya sendiri.

“Psikopat gila” batin Irca sambil kesakitan

“Kurang ya? Rencananya mau gua bunuh langsung, tapi kayaknya tak asik banget deh kalo tidak pakai acara siksa-siksaan haha” tawanya

Irca benar-benar tidak menyangka atas perbuatan iblis yang satu ini. Ia mengira bahwa semua korban penculikannya mungkin dibunuh langsung atau mungkin disiksa terlebih dahulu baru dibunuh.

***

Aku terdiam melihat Dito menangis terus-terusan, tiba-tiba Hpku bunyi ada nada notifikasi dari pak Pram. Dia mengatakan bahwa Irca sudah di tangannya, aku senang sekali. Tapi aku sedih sekali melihat Dito menangis dari tadi. Apabila Irca mati, apakah Dito tidak menangis lagi? Atau ia akan bunuh diri?

“To, yuk istirahat dulu. Besok kita cari lagi” ajakku agar Dito bisa tenang terlebih dulu. Tapi Dito menolak ajakanku, ia lebih mementingkan Irca dibandingkan dirinya sendiri, sungguh cinta bisa membuat dirimu bodoh seperti ini.

“Besok kita bisa cari dia lagi, udahlah ayo pulang dulu, To” ajakku sekali lagi tetapi Dito sama sekali tak menggubris ajakanku.

“Ya, lu pergi duluan deh, gua nyusul nanti” kata Dito. Kuwajarkan saja karena kupikir Dito butuh waktu. Aku pergi beranjak meninggalkan Dito sendiri.

Dito mengambil Hpnya dan melihat pesan dari pak Pram, ia bilang bahwa Irca sudah di tangannya. Dito langsung membalas. “Terserah mau siksa atau engga, cepat lenyapkan dia dari muka bumi”. Dito tersenyum dan berkata, “lain kali gausah sok selingkuh depan gua, mampus lu” Dito tersenyum. Ia benar-benar sakit hati ketika ia melihat Irca kekasihnya sendiri pergi berdua dengan pria lain. Dito yang mengetahui bahwa dosen pembimbingnya adalah Psikopat langsung menyuruh untuk membunuh Irca secepat mungkin.

***

Pak Pram menerima pesan dari Dito yang isinya benar-benar mengejutkan. Ia tersenyum dan mengalihkan pandangannya ke Irca.

“Irca, kau habis malam ini” senyumnya.

Gedung itu benar-benar terpelosok sekali sampai masyarakat lain tak tau bahwa ada sebuah gedung di daerah tersebut. Di lantai atas, banyak foto-foto mahasiswa yang hilang, dan di bawah foto tersebut tertulis “pesanan Arya”, “pesanan Dito”, “pesanan Sasa”.

Pak Pram mengakhiri hidup Irca dengan mengkulitinya, sekali Irca berteriak, pak Pram akan menamparnya sampai Irca mati rasa.

“Ini pesanan pacar lu, katanya gausah sok selingkuh” tawa pak Pram. Irca benar-benar menangis, hatinya teriris amat dalam. Ia kecewa bahwa Dito melakukan ini kepada dia dan anaknya kelak.

(Tamat)

Editor : Rindiani

- Advertisement - DOP

Share article

Latest articles