Dianggap Memakai Bahu Jalan, Satpol PP Lakukan Penertiban

- Advertisement - Pfrasa_F
Foto: Dok. Dinamika
- Advertisement - jd

Medan, Dinamika Online – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan penertiban kepada pedagang yang dianggap memakai bahu jalan sehingga menimbulkan kemacetan di sepanjang Jalan Williem Iskandar. Penertiban ini di kawal oleh beberapa satuan aparat mulai dari TNI, Polisi, dan Dinas Perhubungan, Jumat (19/7).

Penertiban dimaksudkan untuk mengurangi kemacetan yang disebabkan oleh para pedagang yang menggunakan bahu jalan. Beberapa barang milik pedagang seperti tenda diamankan oleh petugas Satpol PP untuk memberikan efek jera bagi para pedagang. Kericuhan sempat terjadi karena beberapa pedagang tidak terima dengan cara penertiban tersebut.

Seorang pedagang yang tidak ingin disebutkan namanya menuturkan tidak menerima pemberitahuan penertiban ini. “Biasanya ada pemberitahuan dari mereka, tiga hari sebelum mereka datang harusnya ada surat masuk ke kami,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu petugas koordinator penertiban mengaku belum bisa dimintai keterangan terkait penertiban. “Nanti saja, kalau mau datang ke Kantor Desa Medan Estate,” singkatnya.

Terlihat di lokasi beberapa aparat TNI dan Polisi mencoba melerai keributan yang terjadi antara pedagang dan Satpol PP. Para pedagang sempat histeris ketika mempertahankan barang dagangannya yang hendak diangkut petugas. Bahkan seorang pedagang mengaku mendapatkan kekerasan dari petugas saat mengamankan barang miliknya.

Salah seorang aparat TNI selaku keamanan dalam penertiban tersebut mengatakan penertiban ini dilakukan agar tidak lagi berjualan di bahu jalan. “Penertiban dilakukan agar para pedagang tidak lagi menggunakan bahu jalan, karena memang sudah ada peraturan dari pemerintah bahwa bahu jalan tidak diperuntukkan bagi tempat berjualan kecuali di tempat yang memang tidak mengganggu,” kata Sugiri.

Reporter : Mulia Wilandra Harahap dan Ahmad Affandi

Editor     : Rindiani

- Advertisement - DOP

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles