Dikabarkan Disandera, Tiga Mahasiswa UIN SU Sebut Hanya Dimintai Keterangan

- Advertisement - Pfrasa_F
(Foto: Dok. Istimewa)
- Advertisement - jd

Pada Rabu malam, 30 November 2022 terjadi kericuhan di Kampus II UIN SU yang melibatkan antara Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Akibat kericuhan tersebut, dikabarkan tiga orang mahasiswa UIN SU disandera oleh kader HMI. Hal itu sebagaimana informasi yang beredar di beberapa media mainstream.

Menurut informasi yang dihimpun oleh Redaksi Dinamika, insiden kericuhan sendiri dipicu karena terjadinya pemukulan kepada salah satu kader HMI Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) yang berinisial R. Kabarnya, pemukulan tersebut dilakukan oleh kader PMII FSH dan kader PMII Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam (FUSI) yang saat itu R baru saja keluar dari Gedung Perpustakaan Kampus II UIN SU dan hendak menuju Gedung FSH.

Setelah dipukuli, R kemudian melarikan diri guna meminta pertolongan kepada teman-temannya yang lain. Tak lama berselang, datang sejumlah teman-temannya hingga akhirnya kericuhan terjadi. Menurut informasi yang diterima Tim Redaksi Dinamika juga, pemukulan terhadap R buntut dari perkelahian antar individu yang terjadi beberapa hari lalu.

Salah satu kader HMI FSH yang tidak ingin disebutkan identitasnya mengklaim penyerangan terhadap R mulanya tidak ada hubungannya dengan organisasi. “Penyerangan terhadap R ini tidak ada hubungannya dengan organisasi. R baru saja keluar dari perpustakaan mau ke Gedung FSH,” katanya.

Lanjut, ia menyebutkan bahwa R aktif di banyak organisasi lain. Ia juga menegaskan masalah R ini tidak ada sangkut pautnya dengan masalah HMI. Namun, berhubung R merupakan kader HMI, alhasil merembet ke PMII.

Ia juga menjelaskan, awalnya R diajak adu mulut oleh Ketua PMII FSH dan R menang. Selang beberapa lama, datang sekitar 30 kader PMII FUSI menyerang R. Kemudian, R meminta pertolongan kepada teman-temannya yang kebanyakan dari organisasi HMI. Setelah teman-teman R datang, kader PMII melarikan diri hingga menyisakan beberapa orang yang disinyalir jadi sandera.

Sementara itu, beberapa dari pihak PMII FSH atau PMII FUSI menolak ketika dimintai keterangan oleh Tim Redaksi Dinamika.

Kemudian, berdasarkan informasi yang diperoleh Tim Redaksi Dinamika, ketiga orang yang dikabarkan disandera mengaku tidak disandera, melainkan hanya dimintai keterangan bahkan diobati lukanya serta diberikan makanan. Mereka juga mengaku bahwa kader PMII FSH dan FUSI yang melakukan penyerangan lebih dahulu. Mereka hanya mengikuti instruksi dari Ketua Umum PMII FSH dan juga PMII FUSI.

Reporter : Afrianti Safitri dan Maulidya Asrianti

Editor      : Afrianti Safitri

- Advertisement - DOP

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles