Edy Rahmayadi Tinjau Persiapan RS Rujukan Pasien Covid-19

- Advertisement - Pfrasa_F
Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi meninjau persiapan Rumah Sakit Martha Friska II. Foto/Dok. Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut)
- Advertisement - jd

Medan, Dinamika Online – Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 meninjau persiapan Rumah Sakit (RS) Martha Friska II yang merupakan rumah sakit rujukan untuk menampung pasien Covid-19 di jalan Multatuli Medan. Data tersebut dilansir dari Web Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provinsi Sumut, Rabu (1/4).

Dalam peninjauan ini, Gubernur Sumut memeriksa hampir seluruh lantai gedung RS Martha Friska II dan meminta kepada tim Gugus Tugas memastikan kesiapan fasilitas yang ada untuk menampung dan menangani Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang tergolong berat atau butuh penanganan lebih intensif.

Dilansir dari Web Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provinsi Sumut juga, Edy Rahmayadi meminta pihak TNI/Polri mengamankan akses masuk ke RS Martha Friska II. “Saya minta TNI/Polri untuk mengamankan akses masuk ke sini. Karena begitu ada yang mau masuk, perlu diamankan. Untuk urusan yang didalam RS, itu bagian kesehatan,” katanya.

Tak lupa, Edy juga mengingatkan kepada tim untuk menyiapkan apa-apa saja yang diperlukan oleh tim medis. “Apa yang perlu disiapkan oleh tim medis, segera kerjakan. Jadi dalam dua hari ini, semua siap. Untuk yang berat-berat bisa ditangani di sini. Panggil nanti dokter-dokter untuk penanganan di RS ini, kalau perlu yang di RSUP Adam Malik nanti bawa ke sini,” kata Gubernur kepada dr. Restuti Saragih.

Menanggapi tindakan Gubernur Sumut, Ketua Semaf FEBI Abdul Hamid mendukung penuh dan mengapresiasinya namun, dipembicaraan terselip kekecewaannya terkait sosialisasi . “Saya mengapresiasi dan mendukung sepenuhnya relawan Covid-19, tetapi saya merasa kecewa karena kurang maksimalnya usaha pemda dalam sosialisasi kepada masyarakat. Memang slSumut tidak bisa lockdown tapi setidaknya volume orang keluar rumah harus berkurang,” ungkapnya.

Reporter : Amita dan Elza Hasyim Nasution

Editor      : Ayu Wulandari Hasibuan

- Advertisement - DOP

Share article

Latest articles