Ekonomi Islam, Ekonomi Kemaslahatan

- Advertisement - Pfrasa_F
Buku Ibadah dan Bisnis di BPR Syariah. (foto/gramedia)
  • Judul Buku      : Ibadah dan Bisnis di BPR Syariah
  • Penulis             : Karsidi
  • Penerbit           : PT. Elex Media Komputindo
  • Tahun Terbit    : 2018
  • Tebal               : viii + 208 hlm
- Advertisement - jd

Peresensi: Iin Prasetyo

Menurut OJK, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah, yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Kegiatan BPR jauh lebih sempit jika dibandingkan dengan kegiatan bank umum karena BPR dilarang menerima simpanan giro, kegiatan valas, dan perasuransian.

Sedangkan BPR Syariah adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

BPR Syariah berdiri berdasarkan Undang-Undang (UU) No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan dan Peraturan Pemerintah (PP) No. 72 Tahun 1992 mengenai Bank Berdasarkan Prinsip Bagi Hasil. Namun, setelah terjadi perubahan BPR Syariah diatur dalam UU No. 10 Tahun 1998.

Baca juga: Benarkah TKI Hanya Pekerja Kasar Saja?

Ekonomi Islam seyogyanya adalah bentuk keniscayaan Allah Tuhan Yang Maha Esa dalam penciptaan hamba-Nya, manusia. Namun, manusia bisa saja dalam hidup dan kehidupan yang tidak singkron dari garis Allah. Maka Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam diciptakan Allah dan diutus sebagai manusia untuk memberi cahaya dari kehidupan jahiliah, maka dalam hakikat ekonomi Islam ini merupakan kajian baru dan ide-ide baru yang kontras dari ekonomi konvensonal.

Ada sekitar 10% masyarakat Indonesia yang memahami seperti apa ekonomi Islam. Dari 10% tersebut yang mengimplementasikan ekonomi Islam baru 50%. Salah satu cerminannya adalah terbilangnya angka 5,34% sebagai hasil kegiatan ekonomi Islam itu sendiri utamanya perbankan syariah. Ketercapaian angka tersebut merupakan suatu keprihatinan sebagai negara mayoritas Islam. Ini bukan soal bicara satu keyakinan agama, apalagi radikalisme – ekonomi yang dikemukakan oleh Islam berbicara soal keadilan, kemaslahatan bersama maka, pembangunan ekonomi hendaknya dimulai dari satu pemahaman dasar bahwa kita sebagai manusia mesti menjaga agama, jiwa, pikiran, harta, dan keturunan.

Baca juga: Wali Kota Medan Tutup MTQ ke-53 Kota Medan

Dalam buku ini Karsidi sebagai penulis membahas ekonomi Islam secara mendasar sebelum masuk pada penguraian pokok yakni, Bank Pembiayaan Syariah (BPRS). Dan dalam topik BPRS ini, merupakan hal yang lebih spesifik dari topik akademik Perbankan Syariah.

Penulis dalam istilahnya menerangkan Ekonomi Islam sebagai ekonomi Syariah. Dalam uraiannya, Ekonomi Syariah Merupakan Perintah Allah. Dalam uraian ini penulis membuat formula Bare Outline of The Islamic Economic System. Diterangkan, sistemnya adalah Islamic Economic System. Terbagi dalam tiga sektor yakni, Siyasi, Tijari, dan Ijtimai. Kemudian ada Some Major Function, Possible Institution, dan Some Relevant Syariah Laws yang kesemuanya dirincikan dalam sektor-sektor tersebut.

Editor : Cut Syamsidar

- Advertisement - DOP

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles