FUSI Langsungkan Pembukaan MTQ

- Advertisement - Pfrasa_F
Sesi pembacaan do’a oleh Drs. Agusman Damanik, M. A di FUSI, Senin (9/3). Kamerawan: Nur Fadilla Kawakib
- Advertisement - jd

Medan, Dinamika Online – Pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam (FUSI) mengusung tema “Dengan MTQN Kita Tingkatkan Bakat dan Potensi Mahasiswa Berbasis Qurani, Mewujudkan FUSI Jaya dan UIN Sumatera Utara juara”. Pembukaan ini dilangsungkan di halaman Gedung Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam, Senin (9/3).

Pembukaan yang diawali oleh pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh M. Fachrurrazi Nasution, mahasiswa FUSI program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir semester dua. Dihadiri oleh Wakil Dekan II Bidang Keuangan dan Administrasi, Dra. Hj. Hasnah Nasution, M. A, Wakil Dekan III Bidang Mahasiswa dan Alumni, Dr. Maraimbang Daulay, M. A, dan perangkat fakultas lainnya.

Dr. H. Muhammad Royhan Nasution M. A selaku ketua panitia MTQ FUSI memaparkan bahwa perlombaan terdiri dari 15 cabang dengan 100 peserta. “Ada 15 perlombaan termasuk di dalamnya seni baca Al-quran, tilawah, qira’ah sab’ah, tartil 30 juz, 20 juz, 10 juz, 5 juz, tafsir Al-Qur’an berbahasa Indonesia, bahasa Inggris, bahasa Arab, syarhil Qur’an, fahmil Qur’an, fahmul hadis. Yang sudah mendaftarkan diri 100 orang mahasiswa, mudah-mudahan nanti apa yang kita harapkan menghasilkan mahasiswa yang berkulitas dalam bidang Al-Quran dan hadis,” paparnya.

Acara ini dibuka oleh Dr. H. Arifinsyah, M. A, selaku Wakil Dekan Satu Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam memberikan sedikit arahan dan bimbingan. “Tujuan MTQ ini dibuat untuk memelihara Al-Qur’an dan bacaan kita sendiri, meningkatkan pemahaman isi Al-quran, dan pengamalan sehingga menjadikan Al-quran sebagai pedoman hidup,” ucapnya.

Sulis, mahasiswi program studi Ilmu Hadis semester dua, salah satu peserta MTQ FUSI sangat semangat dalam mempersiapkan diri menghadapi salah satu cabang pertandingan. “Banyak latihan memasukkan variasi lagu ke ayat Al-Qur’an, makharijul huruf, dan tajwid nya. Terus kan, kalau tilawah Al-Qur’an harus panjang nafasnya, jadi untuk itu sering maraton pagi dan berenang,” katanya.

Reporter : Nur Azizah Hanifah dan Zanna Nurpiana
Editor      : Khairatun Hisan

- Advertisement - DOP

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles