Gangguan Psikosomatis, Ketika Senyum Tak Mengobati Pikiran

- Advertisement - Pfrasa_F
Redaktur Online. (Foto/Dok. Pribadi)
- Advertisement - jd

Penulis: M. Rio Fani

Ketika aku, kamu, atau dia dilahirkan dari rahim seorang wanita yang bersusah payah, akan ada orang-orang yang memberikan senyumannya. Di saat itu, mungkin saja dirimu tengah menjerit sekencang-kencangnya. Dan jika kembali dari masalahmu yang hari ini tak mampu membuatmu tersenyum, ingat, hal itu bisa menjadi sebuah penyakit. Padahal, di luar sana ada orang lain yang menunggumu untuk bahagia. Entah itu orang tua atau kerabat terdekatmu.

Stres menjadi satu hal yang wajar karena banyaknya pekerjaan yang dilakukan. Namun, jika tidak berhati-hati dan terus dibiarkan justru akan menimbulkan berbagai macam gangguan kesehatan. Seperti salah satunya gangguan psikosomatis.

Nah, perlu kamu ketahui bahwa psikosomatis itu terdiri dari dua kata yang berbeda, yaitu pikiran (psyche) dan tubuh (soma). Jadi, makna kedokteran dari gangguan psikosomatis adalah penyakit yang melibatkan pikiran dan tubuh. Pikiran memengaruhi tubuh hingga penyakit muncul atau menjadi bertambah parah, (Henderson, R. Patient: 2016).

Contohnya seperti stres, keluhan akibat terlalu banyak memikirkan hal-hal yang tidak diperlukan atau akan diperparah oleh faktor psikis yang terganggu dan rasa cemas berlebihan. Seperti kamu yang telah tersenyum kepada orang lain, namun tak menjadi obat bagi dirimu sendiri. Di fase ini, otak akan berpikir bahwa sesuatu yang selalu dilakukan dan dirasa terbaik justru menjadi serba salah. Gangguan inilah yang dapat berakibat fatal.

Maka, setelah kamu merasakan hal tersebut, tentunya kamu harus mengenali pemicu apa yang menyebabkan kesehatan psikismu terganggu. Meski begitu, keluhan gangguan psikosomatis tergolong sulit dikenali, karena penderitanya tidak selalu menunjukkan tanda dan gejala yang spesifik. Namun, satu hal yang pasti, gangguan tersebut dapat disebabkan dari permasalahan nyata yang datang dari orang sekitar.

Dari anjuran dr. Kevin Adrian melalui platform Alodokter, ada beberapa cara mengatasi gangguan psikosomatis ini, di antaranya melakukan metode psikoterapi. Metode ini dapat meredakan gejala panik pada seseorang. Cara lainnya juga ada latihan relaksasi atau meditasi, hal ini sebagai latihan agar diri dapat merasakan ketenangan yang mendalam.

Selain itu, ada juga terapi akupuntur. Metode ini merupakan pengobatan yang minim efek samping dan harus dilakukan dengan orang yang berkompeten. Namun, jika beberapa cara tersebut tak dapat dilakukan, maka kamu yang merasa mengalami gangguan psikosomatis ini, sementara hindari kegiatan yang membuat pikiranmu menjadi terbebani. Jangan sampai nantinya kamu harus menunjukkan duchenne smile atau senyuman palsu.

Hal itu menunjukkan bahwa senyuman yang kamu ekspresikan menjadi sebuah kebohongan bagi dirimu sendiri. Atau akhirnya senyuman itu hanya membuatmu terpaksa, agar dirimu bisa memperlihatkan bahwa saat ini keadaanmu sedang baik-baik saja. Untuk itu, apa pun yang menyebabkan gangguan psikosomatis ini menjadi berat, cara yang baik menghindarinya adalah selalu bersikap positif. Dan jika gangguan itu datang, maka carilah orang yang tepat, orang itulah yang mendengarkan seluruh cerita dan keluh kesahmu serta dialah yang dapat menjadikan bagian tersulit hal yang kamu lakukan bisa menjadi dimudahkan.

- Advertisement - DOP

Share article

Latest articles