Gubsu Gelontorkan Dana Rp1,5 Triliun untuk Penanganan Covid-19

- Advertisement - Pfrasa_F
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengikuti video conference yang dipimpin Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dari Jakarta, Kamis (9/4). (Foto/Instagram/@humassumut)
- Advertisement - jd

Medan, Dinamika Online – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,5 triliun untuk penanganan Covid-19. Hal tersebut disampaikan Gubernur Sumut melalui video konferensi yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dari Jakarta pada Kamis (9/4). Video konferensi kali ini difokuskan membahas jaring pengaman kesehatan, ekonomi, sosial dan keuangan, Jumat (10/4).

Edy Rahmayadi juga menyampaikan akan segera menyalurkan bantuan kepada masyarakat. “Kita sudah menghitung dengan cermat APBD kita. Sampai saat ini kita sudah mengalokasikan anggaran Rp1,5 triliun untuk penanganan Covid-19. Bila ada perubahan maka kita akan menyesuaikannya kembali. Bantuan kepada masyarakat akan segera kita salurkan agar beban masyarakat kita bisa berkurang di tengah wabah ini,” katanya dikutip dari akun resmi Humas Sumut.

Selain itu, menurut Edy Rahmayadi, UMKM juga perlu mendapat bantuan dari pemerintah untuk mengurangi dampak ekonomi. “UMKM juga perlu mendapat bantuan dari pemerintah agar mereka tidak bangkrut. Bila UMKM banyak yang bangkrut, perekonomian kita akan semakin sulit. Nanti kita akan melihat bagaimana teknisnya. Tetapi yang terpenting bantuan-bantuan ini semua harus tepat sasaran,” tambah Edy.

Menanggapi hal ini, Dina Ika Sintia selaku warga Sumut sekaligus mahasiswa memberikan apresiasi baik terkait kebijakan Gubsu. “Bagus dong, memang saatnya orang kalangan atas berpeduli soal ini. Karena ini manfaatnya banyak dirasakan oleh kalangan masyarakat bawah,” ungkap mahasiswa Ilmu Komunikasi itu.

Selain apresiasi, keluhan serta masukan turut dilontarkannya. “Sebaiknya masyarakat juga dibantu karena berdampak juga pada warga akibat semua di lockdown. Banyak  para tulang punggung yang terpaksa harus berhenti bekerja, kena PHK, selama pandemi Corona ini. Terutama buruh yang gaji perhari, semoga peka terhadap masyarakat kalangan bawah. Alokasikan sedikit dana untuk masyarakat bawah,” tambahnya.

Reporter : Asep Muhammad shobirin dan Rizky Chairunnisyah

Editor      : Ade Suryanti

- Advertisement - DOP

Share article

Latest articles