HAPSARI Suarakan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

- Advertisement - Pfrasa_F
Foto: Rafifa Luqyana Kesuma
- Advertisement - jd

Medan, Dinamika Online – Dalam rangka Hari Perempuan Internasional, Himpunan Serikat Perempuan Indonesia (HAPSARI) mengadakan diskusi dengan berbagai lembaga pers serta komunitas perempuan Sumatera Utara dengan tema ”Memahami Pentingnya RUU Penghapusan Kekerasan Seksual”. Diskusi ini juga menyuarakan Rancangan Undang-undang (RUU) penghapusan kekerasan seksual, yang berlangsung di  Degil House, Jl. Sei Silau, Kota Medan, Senin (11/3).

Lely Zailani selaku Women’s March SUMUT mengungkapkan kekerasan seksual terhadap perempuan muncul silih berganti. “Kita masih terus disuguhi berbagai berita memprihatinkan tentang kekerasan seksual terhadap perempuan yang muncul silih berganti,” ungkapnya.

Lely juga menambahkan, bahwa pembahasan RUU berjalan sangat lamban. “Pembahasan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual berjalan sangat lamban, sejak ditetapkan menjadi RUU intansif DPR pada Februari 2017 sampai hari ini belum ada kemajuan”, tambahnya.

Selaku anggota forum pengadaan layanan HAPSARI, Sri Rahayu berharap dengan mengundang lembaga pers bisa lebih menyuarakan agar RUU Penghapusan Kekerasan Seksual segera disahkan. “Kami mengundang Lembaga Pers karena berharap bisa lebih dahsyat untuk menyuarakan informasi agar RUU Penghapusan Kekerasan Seksual ini segera disahkan,” harapnya.

Mhd. Tharid Ridho, selaku anggota LPM Suara USU mengungkapkan pendapatnya tentang Lembaga Pers Kampus juga perlu mengetahui dan membantu dalam hal ini. “Peran kita sebagai lembaga pers kampus itukan sebagai lembaga yang menaungi dan menginformasikan apa yang kita tahu sebagai modal gawang untuk membantu,” ujarnya.

Reporter : Fitri Fadila Pakpahan dan Ifnu

Editor      : Nurul Liza Nasution

- Advertisement - DOP

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles