Ikatlah Ilmu dengan Menulis

- Advertisement - Pfrasa_F
Ilustrasi menulis. (foto/Ilustrasi/geotimes)
- Advertisement - jd

Penulis : Anju Minta Marito Manik

Ilmu adalah buruan dan tulisan adalah ikatannya. Ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat. Termasuk kebodohan kalau engkau memburu kijang. Setelah itu kamu tinggalkan terlepas begitu saja. (Diwan Asy-Syafi’i)

Beragam ilmu yang diperoleh tentu membutuhkan penyubur dan penjaga keberadaan ilmu tersebut.  Salah satu sarana untuk memelihara ilmu adalah dengan menulis. Menulis adalah obat terbaik bagi penyakit yang bernama lupa. Banyak orang yang kita jumpai menuntut ilmu namun, lalai tidak mengikat ilmu tersebut dengan tulisan. Tak jarang, ilmu yang diperoleh terlupakan begitu saja.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Ikatlah ilmu dengan kitab (yaitu : dengan menulisnya)”  [Silsilah Ash-Shahiihah No. 2026].

Asy-Sya’bi rahimahullah juga pernah bertutur, “Apabila engkau mendengar sesuatu ilmu, maka tulislah sekalipun di tembok”

Baca juga: Perhatikan 5 Hal Ini dalam Melangsungkan Pertemanan

Betapa pentingnya ilmu yang merupakan harta tak ternilai bagi seseorang. Mirisnya, saat ini kebanyakan dari kita teralihkan dengan adanya keberadaan teknologi, seperti gawai untuk mengabadikan ilmu melalui gambar atau audio, tanpa menulisnya kembali. Padahal, di zaman orang-orang terdahulu, teknologi belum berkembang seperti pada saat ini, namun mereka mampu memiliki lautan ilmu yang luas. Menulis menjadi senjata terampuh dalam membidik sasaran yang dituju serta menembus ruang dan waktu. Pernah membaca tulisan penulis terkenal nan legendaris? Tentu selalu ada manfaat dan pengaruh yang kita rasakan setelah membaca tulisan tersebut. Maka, itulah efek dari menulis.

Tidaklah benar anggapan yang menyatakan bahwa menulis hanyalah untuk orang-orang berbakat dan berwawasan luas. Tak jarang, banyak orang yang enggan untuk menulis bahkan hanya sekadar untuk memulainya. Padahal menulis bisa dilakukan oleh setiap orang. Para penulis hebat awalnya juga belum tentu mencintai dunia kepenulisan, bahkan sebagian diantaranya tidak pernah terpikir akan menjadi seorang penulis. Semuanya mereka awali dengan mengikat ilmu atau ide yang mereka peroleh dalam bentuk sebuah tulisan, hingga menghasilkan karya-karya yang mampu mempengaruhi para pembaca.

Baca juga: Menjaga Alam, Solusi Mengurangi Bencana

Kesulitan untuk  menulis? Mulailah dengan melatih diri, mengikat ilmu dengan menuliskan hal-hal kecil yang terjadi di sekitarmu. Jadikan pena dan tulisanmu sebagai senjata dan ladang dakwah. Kelak akan tiba waktu dimana hanya tinggal nama yang tersisa, namun tulisanmu tetap dikenang serta dapat memberi manfaat bagi mereka yang membaca dan mengamalkannya. Menulis adalah hal sederhana yang kelak mampu membuatmu tersenyum atau bahkan menangis karenanya. Jangan menunda, mulailah untuk menulis! Selamat merangkai aksara indahmu.

Editor : Yaumi Sa’idah

- Advertisement - DOP

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles