Imlek, Masyarakat Tionghoa Lakukan Tradisi Pelepasan Burung

- Advertisement - Pfrasa_F
Foto: Elza Hasyim Nasution
- Advertisement - jd

Medan, Dinamika Online – Perayaan Imlek tahun ini ramai, mulai dari orang-orang yang beribadah serta padatnya pengunjung yang sekadar melihat dekorasi unik yang ada di Vihara Setia Budi, Jl. Irian Barat, Kota Medan, Sabtu (25/1).

Salah satu tradisi unik pada Perayaan Imlek selain penampilan Barongsai ialah tradisi pelepasan burung. Tradisi Pelepasan burung ini mempunyai makna tersirat yaitu tanda kebaikan untuk rezeki, jodoh dan burung yang dianggap  sebagai penolong setelah mereka meninggal.

Cek Foto: https://www.lpmdinamika.co/perayaan-imlek-2020-maha-vihara-maitreya-meriah/

Tradisi ini merupakan salah satu tradisi yang wajib dilakukan oleh keluarga Herna pada setiap setiap Perayaan Imlek. Setiap tahunnya mereka selalu menyisihkan rezeki untuk membeli burung di kawasan Vihara. “Bagi keluarga kami ini sudah tradisi wajib setiap tahun saat Perayaan Imlek dengan mengharapkan kebaikan dan kelancaran rezeki setelah melakukan tradisi ini,” jelasnya.

Tradisi pelepasan burung ini juga membawa dampak baik untuk Musa, pedagang burung disekitar Vihara. Naiknya omset penjualan burung pada saat perayaan Imlek bisa mencapai Rp1.000.000/hari dari penjualan burung hari biasa.

Baca juga: https://www.lpmdinamika.co/juarakan-kampus-rektor-resmikan-hotel-syariaah/

“Harga burung yang dijual per ekor Rp2.500, biasanya omset penjualan burung juga naik pada saat Perayaan Imlek & Cap Go Meh. Biasanya pengujung membeli Burung tak hanya per ekor ada juga yang membeli per keranjang. Isi satu keranjang biasnya mempunyai kapasitas 20-25 burung,” tuturnya.

Reporter : Kana Rizky Ramadhani dan Elza Hasyim Nasution

Editor      : Nurul Liza Nasution

- Advertisement - DOP

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles