Jangan Lihat Hasilnya, Melainkan Prosesnya

- Advertisement - Pfrasa_F
Lelya Hilda Amira Ritonga
- Advertisement - jd

Suatu pencapaian tidak ada yang baik-baik saja, banyak hal yang harus kamu lalui dan banyak kisah yang harus kamu lewati. Sebelum memikirkan pecapaian, hal penting yang perlu dipersiapkan adalah bagaimana sabarmu dalam setiap prosesnya.

Tidak ada proses yang mudah. Proses adalah suatu rangkaian tindakan yang menghasilkan sesuatu, misalnya hal-hal kecil yang barangkali tidak kamu sadari ternyata adalah hal besar yang sudah kamu lewati. Tidak ada yang bisa menduga, tidak ada yang bisa kamu rekayasa, karena proses berjalan dengan sendirinya.

Proses berlalu seiring dengan anganmu, perjalanan yang tak kamu temukan sebelumnya, perjuangan yang baru saja kamu mulai. Kamu tidak sendiri, kamu ditemani oleh banyak orang. Jangan pernah merasa sendiri karena kamu berada di dalam wadah yang kita sebut keluarga.
Kita berproses dengan sabar yang berbeda, jangan jatuh hanya karena sebuah kritikan, sebab kritikanlah yang membuat kamu jauh lebih berarti. Tidak semua kritikan menjatuhkan, kebanyakan justru menjadi jalan untuk lebih baik lagi. Proses dengan kesabaran membuat kamu jauh lebih percaya bahwa pencapaian akan mudah kamu dapatkan.

Menurut KBBI sabar adalah tahan menghadapi cobaan, tidak mudah putus asa, dan tidak lekas patah. Seseorang yang sabar dalam berproses akan menerima semua masukan, juga kritikan. Dia akan baik-baik saja jika diperlakukan bagaimanapun, karena egonya terkalahkan oleh sabarnya.

Luka di setiap proses jangan jadikan perih yang berkepanjangan, pergi dan carilah obat untuk menyembuhkannya, sama halnya ketika prosesmu tidak disertai dukungan orang terdekat, jangan langsung patah. Buktikan kamu bisa. Jangan juga kamu kehilangan diri sendiri agar setiap perilakumu dipuji dan jangan bohongi prosesmu, nanti tak kau temukan pencapaian yang sebenarnya.

Pun jangan enggan bercerita, kamu punya banyak kesempatan untuk saling bertukar pendapat, jangan mau bersusah sendiri, ajak yang lain agar susahmu berubah menjadi hal yang mudah. Kamu tidak bisa berproses sendirian, kamu butuh teman untuk saling menguatkan, kamu jangan sok kuat, karena bagaimanapun kamu juga manusia, rapuh dan mudah jatuh.

Teruslah berproses, hingga kelak Allah sendiri yang memintamu untuk berhenti—bagaimanapun caranya. Tapi ingat, ketika proses itu memberikan sesuatu yang kamu inginkan, tetaplah rendah hati. Sebarkan ilmu dan pengetahuanmu kepada yang lainnya. Sebab, sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.

Penulis: Anisa Dinda Adityana

Editor: Rizki Audina

- Advertisement - DOP

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles