JKN, Terobosan Industri 4.0 di Bidang Kesehatan

- Advertisement - Pfrasa_F
Foto: Dok. Istimewa
- Advertisement - jd

Di era industri 4.0 ini semua aspek harus berkembang dengan cepat terlebih di bidang teknologi. Salah satu teknologi yang sudah menembus hingga kalangan menengah ke bawah adalah penggunaan gawai atau ponsel pintar, berisi berbagai aplikasi yang dapat mempermudah dalam berbagai bidang, salah satunya bidang kesehatan.

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan ternyata ikut ambil peran, adanya terobosan terbaru untuk mempermudah segala administrasi yang berhubungan dengan pengguna Jaminan Kesehatan Nasionai (JKN) dan Kartu Indonesia Pintar (KIS) tepat pada 15 November 2017 resmi diluncurkan aplikasi Mobile JKN.

“Dalam rangka meningkatkan pelayanan terhadap peserta JKN dan KIS kami luncurkan aplikasi ini.”  ucap Fahmi idris selaku Direktur Utama BPJS Kesehatan. Dilansir dari Tribunnews.com saat Grand Opening Launching Mobile JKN di Jakarta.

Baca juga: Salurkan Bakat, SEMA FEBI Adakan Festival Aspirasi Mahasiswa

Fahmi idris menambahkan Aplikasi Mobile JKN ini merupakan bentuk transformasi digital model bisnis BPJS Kesehatan yang semula berupa kegiatan administratif dilakukan di kantor cabang atau fasilitas kesehatan, ditransformasikan ke dalam bentuk aplikasi yang dapat digunakan oleh peserta dimana saja dan kapan saja. Saat ini tercatat pengguna aplikasi mobile JKN Versi android lebih besar dari 1.000.000 user dan versi  iOS sebanyak lebih dari 2.000 user.

“Angka tersebut kami yakin akan meningkat, melihat potensi ekonomi digital Indonesia dan Komitmen Kementrian Komunikasi dan Informatika dalam pembangunan jaringan dan infrastruktur di wilayah Indonesia melalui program-program seperti Desa Broadband, Program Palapa Ring, Refarming 4G. Kami optimis Aplikasi Mobile JKN ini dapat dimanfaatkan oleh seluruh penduduk Indonesia  sehingga kemudahan mendapatkan layanan JKN-KIS bukan hanya milik penduduk di perkotaan saja namun milik penduduk di seluruh pelosok wilayah Indonesia.” jelas Fahmi Idris saat Launching JKN Mobile yang dilansir dari web resmi BPJS Kesehatan.

Aplikasi Mobile JKN ini merupakan aplikasi yang dapat digunakan oleh seluruh peserta JKN-KIS baik dalam tingkat FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama) dan FKRTL (Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut) di seluruh daerah Indonesia. Dalam aplikasi ini terdapat beberapa menu dan fitur-fitur yang mempermudah dalam administrasi kesehatan tanpa harus ke kantor cabang ataupun ke kantor pusat BPKS Kesehatan jika ada masalah dan perubahan data.

Baca juga: HUT ke-33, Delta FM Medan Undang LPM se-Sumut

Ada beberapa menu dengan fitur-fitur tertentu pada Mobile JKN ini, yaitu menu peserta, menu tagihan, menu pelayanan, dan menu umum. Setiap menu memiliki fiturnya tersendiri dan total keseluruhannya 15 fitur jika ditambah dengan fitur pengaturan. Adanya peluncuran aplikasi ini memiliki dampak positif bagi publik.

Rohma Nasutian wanita berusia 43  tahun selaku peserta BPJS Kesehatan mengaku aplikasi ini dapat mempermudahnya dalam proses administrasi pendaftaran ke rumah sakit rujukan, ”Saya baru tahu ternyata ada aplikasi ini baru-baru ini, karena ketika saya dirujuk ke rumah sakit umum dari dokter FKTP kartu BPJS Kesehatannya tinggal di rumah dan rumah saya jauh dari FKTP ini, saya disuruh download aplikasinya dan dari aplikasi itu kartu BPJS Kesehatannya sudah tertera dan pihak rumah sakit juga tidak mempermasalahkannya.” tuturnya.

Dalam hal ini penulis telah melakukan survei langsung dengan menggunakan angket, jumlah responden sebanyak 80 sample mahasiswa UIN SU  yang disebar secara acak. Namun dari data yang diperoleh dapat diketahui bahwa hanya  34% yang tahu akan aplikasi ini, dan yang sudah men-download aplikasi ini hanya 6% dari total seluruh responden. Yang lebih ironisnya juga hanya 6% juga yang tahu kapan aplikasi ini diluncurkan oleh pihak BPJS Kesehatan.

Sedangkan tujuan adanya aplikasi Mobile JKN ini adalah agar masyarakat yang sudah menjadi peserta JKN-KIS dapat menikmati berbagai fitur penting yang berkaitan dengan administrasi BPJS Kesehatan sehingga lebih mudah dan praktis.

“Saya baru tahu kalau ada aplikasi yang mempermudah administrasi BPJS Kesehatan seperti ini, di daerah Ukui tempat tinggal saya sistem administrasinya masih secara manual yang langsung ke tempat BPJS Kesehatannya dan jika mau rujuk kerumah sakit sistemnya ribet dan makan banyak waktu.” ujar Indah Anda Rini Simamora yang berstatus mahasiswi semester 6 itu.

Reporter : Fatimah Lubis

Editor : Ade Suryanti

- Advertisement - DOP

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles