Jumlah Positif Corona di Indonesia Capai 1.285 Kasus

- Advertisement - Pfrasa_F
Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
- Advertisement - jd

Medan, Dinamika Online – Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan bahwa saat ini jumlah kasus positif Corona yang terjadi di Indonesia berjumlah 1.285 kasus. Informasi itu disampaikannya melalui konferensi pers secara daring di Jakarta, Minggu (29/3).

Selain itu, Achmad juga menjelaskan bahwa saat ini jumlah kasus yang bertambah sebanyak 130 kasus baru hingga akhirnya berjumlah 1.285 kasus. Jumlah pasien yang sembuh juga bertambah 5 orang dan saat ini mencapai 64 orang. Sedangkan jumlah pasien positif Corona yang meninggal berjumlah 52 orang.

Sementara itu, pada Sabtu (28/3) kemarin, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah memperpanjang status darurat Corona di Jakarta sejak 5 April lalu hingga 19 April mendatang. Status ini adalah bukti bahwa virus tersebut menyebar dengan cepat. Anies juga telah mengimbau seluruh warga Jakarta untuk tidak pulang kampung dan tetap berada di rumah, hal itu disampaikannya melalui konferensi pers di Jakarta, Sabtu (28/3) secara daring.

Baca juga: Kampanyekan #DiRumahAja, Kominfo Ajak Kaum Muda Bikin Game dari Rumah

Setelah menerima informasi tersebut, repoter LPM Dinamika mewawancarai seorang mahasiswi yang saat ini berada di Jakarta melalui via WhatsApp. Mahasiswi Universitas Bina Sarana Informatika yang bernama Ika Delia br Tarigan mengatakan bahwasanya wilayah tempat tinggalnya masih menerapkan Social Distancing (menjaga jarak) secara merata.

Mahasiswi yang kerap disapa Ika itu tinggal di Jl. Air ZamZam Rt3/1 No. 26 Kelurahan Rawa Terater, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Dari penjelasannya, meski pemerintah telah mengimbau masyarakat untuk mengisolasi diri, masih ada masyarakat yang tetap beraktivitas di luar rumah.

“Sampai saat ini belum terlau baik (menjaga jarak). Karena pasar juga masih aktif untuk keperluan pokok. Namun, masih banyak orang yang berkerumunan entah itu di rumah tetangga atau di tempat ramai yang lain,” katanya.

Ika yang saat ini menjadi mahasiswi semester 6 berharap masyarakat lebih paham terkait penerapan menjaga jarak. Ia yang juga tengah mengerjakan skripsi tersebut berharap, dalam melaksanakan pembelajaran dan bimbingan skripsi melalui daring semoga dilakukan dengan maksimal.

Reporter : Nur Fadilah Kawakib dan M. Rio Fani

Editor      : Ade Suryanti

- Advertisement - DOP

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles