Kalau Banyak Masalah Minum Pil Penenang?

- Advertisement - Pfrasa_F
- Advertisement - jd

 

Penulis: Redaktur Online LPM Dinamika UIN SU

Oleh: Ayu Wulandari Hasibuan

Setiap yang hidup pasti akan diikuti masalah, tidak hanya manusia, hewan juga punya masalah tidak punya makanan hingga mati kelaparan, tempat tinggal digarap hingga lenyap. Sama dengan tumbuhan yang tumbang karena kurang ladang, hutan ditebang demi bangunan pencakar langit. Berbagai kisah masalah makhluk hidup pasti ada.

Berbicara masalah pasti sulit diterka obatnya, karena setiap yang bernyawa punya permasalahan yang berbeda-beda. Hanya, kembali kepada si pemilik diri untuk menghadapi secara dewasa bukan malah pasrah. Sebagai contoh, masalah manusia kerapnya adalah perekonomian. Karena perekonomian pikiran kurang jalan, sendat perekonomian maunya cara instan, tidak punya uang ambil uang orang, sampai minum obat terlarang.

Jawaban yang benar tidak pernah mengatakaan, ‘kalau banyak masalah minum pil penenang’ jelas ini jawaban yang salah besar. Ya narkoba namanya, sudah seperti jalan pintas bagi orang-orang untuk melerai masalah, padahal karena benda itu justru masalah yang datang padanya semakin bertambah pula. Maka berpikir sehatlah saat sedang dilanda masalah dan musibah, terus melakukan hal yang positif dan tetap berusaha semaksimalnya untuk diri, ini baru namanya jawaban.

Jagalah tubuh kita dari hal-hal yang buruk, peliharalah sehatnya. Sebab, masalah kesehatan ini tak siapa pun bisa menjanjikan sampai kapan dia tetap bugar. Yang terlihat sehat walafiat saja sakit, apalagi yang mencoba merusak kesehatannya.

Tepat tiga hari lalu dunia memperingati hari internasional, Hari Anti-Narkoba pada 26 Juni 2019. Peringatan dengan tujuan yang mulia. Mengajak masyarakat untuk tidak pernah memakai obat-obatan terlarang. Pun sudah sepatutnya, sebagai insan yang berpikir, kita harusnya bukan saja membentengi diri untuk tidak mengonsumsi barang terlarang tersebut, tetapi juga mengajak keluarga dan saudara kita untuk menjauhinya, bahkan merangkul teman-teman kita yang mungkin terjerat narkoba. Sebab, sebaik-baik obat untuk melindungi orang-orang yang mulai terjerat benda tersebut adalah memberikan penuh kepeduliaan kita, ia pun merasa kita masih menjaganya.

Miris sekali, negara ini katanya surga bagi pengedar narkoba untuk memasukkan barang-barang haram itu.

Seperti yang dilansir di laman bbc.com. Kenyataan Indonesia merupakan ‘surga bagi peredaran narkoba’, menurut Benny Jozua Mamoto mantan Direktur Penindakan BNN, antara lain didasarkan pengalamannya saat memeriksa buronan pengedar narkoba asal Iran.

Dia memeriksa yang bersangkutan di sebuah penjara di Bangkok, Thailand, “Pertanyaan kami, kenapa Anda menyasar Indonesia?”.

Dia dengan tenang menjawab, “Saya orang bisnis, saya melihat Indonesia pasar yang bagus. Angka permintaannya naik terus, harganya bagus, dan hukum bisa dibeli,” ungkap Benny menirukan jawaban sang buronan tersebut.

Nauzubillahiminzalik…

 

 

- Advertisement - DOP

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles