Addin Edisi 275: Keajaiban Senyuman

- Advertisement - Pfrasa_F
Foto: Dok. Internet
- Advertisement - jd

Oleh: Nur Azana

Senyummu di depan saudaramu, adalah sedekah bagimu” (Sahih, H.R.Tirmidzi).

​Sedekah tak hanya sekadar rupiah, senyuman pun ialah sedekah. Kita tak perlu muluk-muluk mencari alasan tidak mampu bersedekah, karena sesungguhnya sedekah tidak harus tentang sesuatu yang didapatkan dengan susah payah. Sedekah tak selalu tentang materi. Karna perlu kita ketahui bahwa hanya dengan menarik sudut bibir ke atas tanpa bersuara di depan seseorang maka kita telah bersedekah.

​Tersenyum adalah salah satu bentuk pengekspresian perasaan yang bisa dibilang cukup romantis karena membuat orang yang melihatnya tersentuh bahkan bisa refleks ikut tersenyum. Senyum adalah ekspresi yang bijaksana karena terletak diantara tawa dan diam.

​Tersenyum dapat menularkan aura positif pada orang-orang yang melihatnya, karena ketika seseorang tersenyum maka orang yang menerima senyuman tersebut akan refleks membalasnya. Menurut penelitian, hal itu terjadi karena ketika seseorang tersenyum maka area otak yang mengontrol gerakan wajah akan aktif dan kita akan tersenyum secara spontan.

​Saat kita stres mungkin sulit sekali untuk tersenyum, namun cobalah melakukannya dan ingat hal-hal yang positif atau membahagiakan. Ibadah yang paling mudah dilakukan itu adalah senyum. Senyum mampu menenangkan perasaan, menyejukkan, dan menentramkan hati yang gelisah, serta mampu menumbuhkan semangat dan memancarkan ketulusan hati.

​Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya pintu-pintu kebaikan itu banyak: tasbih, tahmid, takbir, tahlil(dzikir), amar ma’ruf nahi munkar, menyingkirkan penghalang (duri, batu) dari jalan, menolong orang, sampai senyum kepada saudara pun adalah sedekah”.

​Hadis ini menjelaskan bahwa sesederhana itulah cara untuk melakukan kebaikan. Dan bahkan kebaikan yang satu ini merupakan salah satu instrumen dakwah dan syiar Rasulullahshallallahu ‘alaihi wasallam yang turut melengkapi kemuliaan budi pekertinya.

​Menghibur orang yang sedang murung atau bahkan sakit dengan berbagi kebahagiaan melalui senyuman maka jumlah sel darah untuk melawan penyakit akan meningkat. Dengan begitu pengobatan akan lebih efektif karena kekebalan tubuhnya akan membaik.

​Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam senantiasa menebarkan senyum kehangatan dalam setiap kehidupan dan dakwahnya. Meskipun tak pernah melihatnya, sepertinya kita dapat membayangkan betapa menyejukkannya senyum kekasih Allah Azza Wa Jalla. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam selalu menjadikan senyuman sebagai menu pembuka, menu utama serta menu penutup dalam setiap dakwahnya.

​Dari Jabir ra., ia berkata,”Sejak aku masuk Islam, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menghindar dariku. Dan beliau tidak melihatku kecuali beliau pasti tersenyum kepadaku.” (HR. Bukhari dan Muslim).

​Ada sebuah kisah dimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah lelah ataupun enggan untuk tersenyum. Anas bin Malik “Suatu hari aku berjalan bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, saat itu beliau memakai selimut dari daerah Najran yang ujungnya sangat kasar. Tiba-tiba ia ditemui seorang Arab dusun. Tanpa basa-basi laki-laki dusun itu langsung menarik selimut kasar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam itu keras-keras sehingga aku melihat bekas merah di pundak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Laki-laki dusun tersbut berkata, ‘Suruh orng-orangmu untuk memberikan harta Allah kepadaku yang kau miliki sekarang.’

​Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berpaling kepada laki-laki tadi sambil tersenyum, beliau berkata “Berilah laki-laki ini makanan apa saja”. (HR. Bukhari)

​Dari kisah ini dapat kita lihat betapa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam senantiasa menebarkan senyumannya dalam keadaan apapun, bahkan saat menghadapi orang yang tidak menyukainya sekalipun. Senyum Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bak senjata yang mempu meluluhkan siapapun yang melihatnya, bahkan mungkin tak terhitung hati yang tersentuh oleh senyum Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Senyum Rasululah shallallahu ‘alaihi wasallam telah banyak menyentuh hati para sahabat, isteri-isteri, dan para umatnya.

​Terlalu banyak kisah tentang manfaat serta pentingnya tersenyum telah digambarkan dalam kehidupan kita yang bahkan terjadi disekitar kita. Tanpa kita sadari senyum adalah hal yang pertama kali akan menyentuh hati saudara-saudara kita.Tak jarang senyum bahkan menjadi penyebab seseorang jatuh cinta. Bahkan terlalu sering sekali senyum menjadi alasan seseorang dengan senang hati memberi maaf.

​Selain beberapa manfaat tersenyum untuk jiwa tersebut, tersenyum juga memiliki manfaat bagi raga kita. Salah satunya ialah, banyak tersenyum dapat memperpanjang umur. Pernyataan yang kerap kali disebut mitos ini ternyata sudah diteliti pada tahun 2010 dengan subjek penelitian 150 pemain Major Legue Baseball, dimana hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pemain yang seringkali memiliki senyum asli dan berseri-seri rata-rata mempunyai umur yang lebih panjang daripada para pemain yang hanya memiliki setengah senyuman saja.

​Manfaat senyum bagi kesehatan yang lainnya yaitu dapat menurunkan tekanan darah. Ketika seseorang marah, maka secara otomastis tekanan darahnya akan ikut naik, dan untuk menurunkan tekanan darah tersebut maka cobalah untuk tersenyum.

​Tersenyum juga bahkan dapat meningkatkan kekebalan tubuh, karena saat kita tersenyum maka sistem imun kita akan refleks bekerja lebih baik. Tersenyum akan membuat kita lebih rileks dan tidak mudah terserang penyakit. Dalam sebuah penelitian menyebutkan bahwasanya tersenyum dapat melepaskan hormon endorfin, senyawa yang mengurangi rasa sakit secara alami dan juga serotonin yang mana kehadiran senyawa tersebut dapat membuat seseorang menjadi lebih baik.

​Begitu banyak manfaat dari hanya sekadar menarik sudut bibir untuk membentuk sebuah lengkungan senyum. Jangan sukar atau enggan untuk tersenyum hanya karena kita punya masalah, karena bahkan solusi atas masalah kita pun bisa berupa sebuah senyuman. Memang tidak selalu menyelesaikan, namun percayalah ia meringankan.

- Advertisement - DOP

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles