Kekhawatiran Terhadap Pemimpin Tak Beragama

- Advertisement - Pfrasa_F
Ilustrasi pemimpin. (Foto/Ilustrasi/Pixabay)
- Advertisement - jd

Penulis: Mekha Wahyuni

“Jika ada tiga orang bepergian, hendaknya mereka mengangkat salah seorang di antara mereka menjadi pemimpinnya.” (HR Abu Dawud dari Abu Hurairah).

Seperti yang kita ketahui di mana pun kita dan kapan pun kita berada pasti ada istilahnya pemimpin. pada umumnya pemimpin dapat kita jumpai di seluruh penjuru dunia yang biasa di sebut dengan kepala negara dan sebagainya.

Arti pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan, khususnya kecakapan kelebihan di satu bidang sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas tertentu demi pencapaian beberapa tujuan.

Sedangkan di dalam agama Islam sendiri kepemimpinan memiliki arti tersendiri bagi orang mukmin, yaitu salah satu aspek yang di anggap sangat penting dalam Islam. Di mana seorang pemimpin berperilaku sesuai dengan ajaran Islam dan mencontoh sifat kepemimpinan nabi Muhammad Saw, seperti  Siddik, Amanah, Fathonah, dan Tablig.

Baca juga: Ikatlah Ilmu dengan Menulis

Memilih Seorang Pemimpin

Memasuki era baru di mana akan di adakannya Pemilihan umum kepala negara dan wakil kepala negara menjadi topik hangat di kalangan masyarakat sekarang ini. Yang menjadi perdebatannya adalah banyak calon pemimpin politik yang membawa kata agama sebagai landasan atau pun bukti bahwa ia merasa dirinya baik.

Namun sayang, kenyataannya malah berbanding terbalik. Di mana ia menggunakan agamanya sebagai perantara sekaligus juga sebagai permainannya saja. Lantas, timbul pertanyaan yang membuat orang harus memikirkan bagaimana dan seperti apa pemimpin yang pantas di pilih?

“Hai   orang-orang  yang  beriman,  janganlah  kamu  mengambil  orang-orang  yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik) sebagai wali (pemimpinmu).  Dan  bertakwalah kepada Allah  jika  kamu betul-betul orang-orang yang beriman.” (QS:  Al-Ma’aidah [5]: 57)

Tidakkah kamu sadar, bahwa Allah sudah menjelaskan semua perinciannya melalui Alquran dan hadis  bagaimana dan seperti apa seseorang yang pantas di jadikan sebagai pemimpin.

Baca juga: Sebaik-baiknya Motivator

Apakah Pantas Kita Memilih Pemimpin yang tak Beragama?

Jelas pastinya tidak pantas, mengapa begitu? Karena Allah telah melarang umatnya untuk tidak memilih pemimpin kafir. karena memilih pemimpin kafir bagi umat Islam sama saja kita menentang Allah Swt. dan rasulullah Saw serta ijma’ para ulama.

“Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali (pemimpin/pelindung) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian,  niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah,  kecuali karena (siasat) memelihara  diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali(mu).”  (Ali-Imran : 28)

Seperti dalil Alquran pada surah Ali Imran ayat 28, sudah terang-terangan Allah Swt melarang dirimu orang mukmin untuk memilih pemimpin kafir. Jangankan yang tidak beragama yang kafir saja Allah sudah melarangnya.

Bagaimana tidak, seorang calon pemimpin negara yang tak beragama ingin menjadi imam? Sangat tidak wajar, agama saja dia tak punya lantas bagaimana cara ia membimbing dan mengarah kan umatnya ke jalan yang benar.

Tuhannya yang menciptakan dan menghidupkannya saja tidak ia percayai, bagaimana mungkin kita ingin mempercayainya  untuk di jadikan pemimpin. yang bahkan tidak memiliki ayat maupun kitab yang akan mengarahkan dan memberikan pentunjuk baginya sebagaimana kitab suci alquran.

Baca juga: FUSI Adakan Ujian Pengambilan Sanad Matan Tajwid

Bagaimana dengan Calon Pemimpin yang Minim dari Agama Islam?

Allah Swt memberikan kemudahan bagi umat muslim di dunia, yang mana di negaranya minim dari mayoritas umat Islam dan terpencil. Yang menjadikannya harus memilih pemimpin non muslim.

Maka Allah akan memberikan kesempatan bagi umat Islam untuk dapat memilih calon pemimpin kafir. yang di karenakan darurat seperti orang Islam yang tinggal di negeri kafir. Tetapi dengan ketentuan bahwa calon pemimpin dapat menjamin keberadaan umat Islam agar terhindar dari penindasan dan tidak membahayakannya.

Editor : Miftahul Zannah

- Advertisement - DOP

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles