Pendidikan Karakter Solusi Degradasi Moral

- Advertisement - Pfrasa_F
(Foto: Dok. Pribadi)

Penulis: Jaya Reza Pranata

Di era globalisasi ini, kita dihadapkan layaknya mata pisau. Satu mata pisau bernilai positif dan satu lainnya bernilai negatif. Era globalisasi memberikan dampak positif berupa kemudahan informasi dan teknologi yang memudahkan pekerjaan manusia. Namun, di sisi lain juga memberikan dampak negatif, terutama pada moral generasi bangsa yang banyak  mengalami degradasi moral. Misal saja, menurut Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menyatakan bahwa sekitar 66,6 persen anak laki-laki dan 62,3 persen perempuan di Indonesia menyaksikan kegiatan seksual (pornografi) melalui media daring. 

Kemudian, menurut Jurnal Kebidanan Vol. 12 No. 1 dengan judul Gambaran Pengetahuan Remaja Putri tentang Aborsi, angka kejadian aborsi di Indonesia mencapai 2,5 juta kasus di mana 1,5 jutanya dilakukan oleh remaja. Kemudian, prevalensi penyalahgunaan narkotika dan obat/bahan berbahaya di Indonesia telah mencapai 1,8 persen atau sekitar 3,4 juta penduduk Indonesia. Belum lagi kasus begal yang marak terjadi seperti di Medan yang digandrungi oleh para remaja.

Padahal kalau kita hayati dan sadari, para remaja tersebutlah yang nantinya menjadi penerus bangsa. Ir. Soekarno punya harapan besar kepada para pemuda yang bisa kita lihat pada pernyataannya tentang pemuda, “Berikan aku 1000 orang tua maka akan kucabut Gunung Semeru dari akarnya, dan berikan aku 10 pemuda maka akan kuguncangkan dunia,”. Pastinya Ir. Soekarno punya harapan besar agar ke depannya generasi muda bisa menjadi tonggak yang akan menjaga Indonesia untuk tetap berjaya. 

Baca Juga: BSI Lumpuh Nasabah Ricuh

Penulis khawatir membayangkan tentang generasi muda yang tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa, mau ke mana Indonesia ini dibawa? Ibarat kapal yang seharusnya memiliki tujuan, jika kaptennya yang membawa kapal tersebut tidak tahu arah dan tidak bisa memimpin dengan baik, maka  kapal itu bisa menabrak bongkahan es seperti yang terjadi pada Kapal Titanic. Jika Indonesia dipimpin oleh generasi muda yang mengalami degradasi moral, maka bisa dipastikan negara ini akan mundur dan jauh dari kemajuan serta jauh dari apa yang diharapkan oleh pendiri bangsa ini. Pastinya para pahlawan yang sudah berjuang mati-matian mengorbankan jiwa dan raga akan merasa sedih dan kecewa dengan yang terjadi pada generasi mudanya. 

Kita harus memfokuskan dan mengatasi masalah degradasi moral pada remaja. Adapun cara yang bisa dilakukan untuk mencegah degradasi moral ini dengan menerapkan pendidikan karakter. Jika kita pahami, sebetulnya pendidikan karakter sudah berjalan sejak 2011 yang dibuat oleh pemerintah dalam kurikulum pendidikan. Namun, apa yang membuat masalah degradasi moral ini tetap menjadi permasalahan yang belum juga bisa diatasi? Pendidikan karakter seharusnya bukan hanya dibebani kepada para guru dan pendidik. Namun, hal itu merupakan tanggung jawab semua lini, baik itu lingkungan terkecil seperti keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat. Semua harus bahu-membahu dalam mencegah degradasi moral pada remaja. 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan, proses, cara, dan perbuatan mendidik. Sedangkan karakter adalah tabiat, sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain. Dari sini, pendidikan karakter adalah proses pengubahan akhlak, tabiat, atau budi pekerti pada seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan, proses, cara, perbuatan mendidik. 

Adapun 18 nilai-nilai yang perlu ditanamkan dalam pendidikan karakter yaitu nilai religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab. 

Pendidikan karakter sangat penting untuk mencegah degradasi moral, setiap aktivitas harapannya bukan hanya sekadar mengejar hadiah, kesenangan, dan penghargaan. Namun, setiap aktivitas seharusnya bisa mengandung nilai-nilai pendidikan karakter. Misal, ketika ada mengerjakan aktivitas belajar, niatnya bukan hanya  untuk mendapatkan nilai yang bagus atau untuk mendapatkan peringkat satu, tetapi kita bisa menyisipkan nilai bahwa belajar adalah proses untuk membentuk pribadi yang memiliki moral dan sikap yang baik. Ketika sedang ujian, seorang guru dan orang tua janganlah menekankan harus mendapatkan nilai yang bagus. Namun, tekankan pada kejujuran dalam ujian tersebut, kejujuran adalah hal yang tertinggi dan seberapa besar nilai yang didapatkan namun kalau tidak jujur maka itu tidak ada artinya. Hal ini akan membentuk mindset yang menekankan pada pendidikan karakter. 

Semoga generasi bangsa ini bisa menjadi generasi emas yang memberikan manfaat dan kontribusi yang besar bagi kemajuan dan perkembangan bangsa Indonesia. Semoga permasalahan degradasi moral ini bisa sama-sama kita atasi dengan berjibaku dan bekerja sama dalam mengentaskan kerusakan moral remaja.

Baca Juga: Budaya Esports Tengah Marak, Apakah Sehat?

Biodata Penulis:

  • Nama             :  Jaya Reza Pranata
  • Fakultas        :  Ilmu Sosial
  • Jurusan         :  Ilmu Komunikasi
  • Semester      : VI
  • Instagram    : @jayareza9

Editor: Syahda Khairunnisa 

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles