Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah

- Advertisement - Pfrasa_F
(Foto: Instagram @alfialghazi)
  • Judul : Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah 
  • Penulis : Alfialghazi
  • Penerbit : Sahima 
  • ISBN : 978-602-6744-47-0
  • Tahun terbit : September 2020
  • Jumlah halaman : 246 Halaman 

Peresensi: Kinana Dwinta Sukma

- Advertisement - jd

“Teruntuk para pengendara waktu, bertahanlah, sampai surga yang menjadi pelabuhan terakhir kita.”

Pada halaman pertama, kamu akan menemukan kalimat ini yang dirasa mewakili keseluruhan isi buku yang menjadi jawaban dari, mengapa kata “hampir menyerah” menjadi bagian dalam judul buku, karena masih banyak cara untuk meraih tujuan, yaitu surga. Buku Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah adalah salah satu buku motivasi islami yang diterbitkan oleh Penerbit Sahima pada September 2020.

Sesuai dengan judulnya, isi buku ini berkaitan dengan nilai-nilai islam tentang memasrahkan diri kepada Tuhan. Buku yang ditulis oleh Alfialghazi ini mempunyai pesan tersirat untuk mengajak para pembaca berdamai dengan keadaan, lebih mensyukuri, serta mengingat bahwa tuhan tidak akan meninggalkan hambanya. Buku yang berisi sebanyak 246 halaman memiliki tiga bagian inti yang ingin disampaikan Penulis.

Bagian pertama membahas tentang perihal jatuh bangunnya perjalanan kehidupan. Hal-hal yang dialami manusia dan kemudian ditekan lagi oleh pertanyaan-pertanyaan yang berbisik di kepala. Kenapa aku harus melalui semua ini? Kapan semua ini akan berakhir? Bagaimana caraku untuk bertahan? Kemana sebenarnya tujuan hidupku harus aku arahkan? Pertanyaan yang sederhana tetapi jawabannya tak pernah sederhana. 

Selanjutnya, bagian kedua membahas mengenai cinta, yang mana cinta merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan. Inti dari buku ini membawakan nasihat yang dibalut dalam kalimat motivasi dengan berbentuk puisi dan juga memberikan analogi kisah Rasulullah dan sahabatnya.

Dan yang terakhir adalah bagian penutup. Bagian ini adalah tentang perjalanan iman, proses bagaimana berhijrah, beristikamah, ikhtiar, serta mengingat kematian. Dalam buku ini terdapat bagian penekanan juga pertanyaan-pertanyaan menggelitik yang berisi hadis serta ayat-ayat Al-Qur’an yang relevan.

Penulis membuat keunikan yang jarang dimiliki dalam setiap isi buku. Yang mana keunikannya diisi dengan menyelipkan beberapa cerita keteladanan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dan para sahabatnya yang akan semakin menyadarkan kita untuk terus berpegang teguh pada pengajaran Al-Qur’an demi mencapai kehidupan yang lebih baik.

Hal ini sangat sejalan dengan apa yang kita pikirkan. Ketika kita sudah lelah dengan jalannya kehidupan, maka ingatlah bahwa kita ada di dunia ini hanya sementara. Jangan pernah menyerah dan jangan mudah putus asa sesulit apapun keadaannya. Ingatlah bahwa pertolongan Allah selalu ada untuk hamba-Nya. Tinggal kita saja yang senantiasa merayu-Nya, berdoa dengan hati yang lapang, bersabar, dan ikhlas menerima ketentuan takdir-Nya.  

Tidak semua doa harus terjawab sekarang juga, Allah menyimpan beberapa untuk membantu pada saat yang paling tepat. Allah maha tahu, sedangkan kita tidak. Buku ini berkali-kali mengajak pembacanya untuk berpikiran positif pada ketentuan yang telah Allah gariskan atas setiap hamba-Nya. Maka ketika bahagia itu hadir, janganlah kita berbalik arah agar mendapat akhir surga.

Editor: Khairatun Hisan 

- Advertisement - DOP

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles