Mahasiswa Sedihkan Larangan Berjualan, Birokrat Beri Respon Tegas

- Advertisement - Pfrasa_F
- Advertisement - jd

 

Foto: Dok. Dinamika

Medan, Dinamika Online – Salah satu mahasiswa UIN SU mengungkapkan kesedihannya terkait larangan berjualan di kampus. Pria bernama Saefullah menyebut bahwa temannya pernah diusir satpam saat masuk kampus membawa dagangan. Menyikapi hal itu pihak birokrat memberi respon tegas, Senin (16/3).

Saefullah pun menjelaskan sedikit kejadian yang menurutnya perlu dipertimbangkan lagi oleh pihak birokrat. “Kawanku yang jualan kue keliling distop oleh satpam, lalu tidak diperbolehkan lagi jualan di dalam kampus. Aku pribadi merasa sedih, karena kita kan makan dari hasil jualan itu di samping biaya yang dikasih orang tua untuk keperluan kuliah,” ungkap Saefullah.

Menanggapi hal tersebut, Yuni Salma, S.Ag selaku humas UINSU menyampaikan bahwa dalam hal ini tidak ada aturan apapun yang membenarkan mahasiswa berjualan di kampus. Menurutnya, kenapa mindset mahasiswa hanya berpikir kewirausahaan itu hanya berdagang, sebagai seorang mahasiswa kreativitasnya harus dikembangkan.

Selanjutnya, Yuni mengatakan jika itu adalah praktek dari mata kuliah kewirausahaan, maka hal itu bisa didiskusikan dengan dosennya dengan menyampaikan bahwa pihak kampus tidak memperbolehkan mahasiswa berjualan di kampus, “Dengan berjualan di sembarang tempat, itu akan menyebabkan kampus terlihat sembrawut, inikan lembaga pendidikan, kantinnya juga sudah ada dan tidak liar. Intinya dalam hal ini tidak ada peraturan apapun yang membenarkan mahasiswa berjualan di kampus,” ujarnya.

Yuni menegaskan seharusnya mahasiswa mampu menyuarakan mengapa mahasiswa harus berjualan di kampus. “Harusnya seorang mahasiswa yang pahamkan aturan suarakan kenapa harus berjualan di kampus. Ini atmosfernya kampus loh, nuansanya pendidikan, panggung akademiknya terasa di sini. Tapi kalau yang terlihat semua tempat berjualan, itu nama nya bukan kampus tapi pasar malam,” pungkasnya.

Sangkot Azhar Rambe, S.HI, M.Hum selaku Ketua Pusbangnis pun menyampaikan terkait sistem atau prosedur jika ingin berjualan di kampus. “Sekarang prosedurnya, jika ingin berjualan di kampus melapor dulu ke biro, setelah itu baru nanti didiskusikan, dan tugas kami adalah melegalkan. Tapi kan kita terbatas dengan lahan juga. Jika nanti ditemukan pedagang yang illegal itu wewenangnya diserahkan kepada keamanan atau satpam. Inikan kampus bukan ranahnya tempat berdagang,” tutupnya.

Reporter : Risma Dona dan Deddy Irawan

Editor      : Khairatun Hisan

- Advertisement - DOP

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles