Memaknai Kebinekaan Indonesia

- Advertisement - Pfrasa_F
Foto: Dok. Internet
- Advertisement - jd

Penulis: Asri Alviana

Apa yang terbesit dalam benak kita jika mendengar nama Indonesia?

Negara dengan ribuan pulau yang terbentang dari Sabang hingga Merauke, negara maritim dengan laut serta pantai nan indah, negara agraris dengan hasil pertanian dan perkebunannya, negara paru-paru dunia dengan hutan juga gunung-gunung yang mengelilinginya, negara dengan mayoritas muslim, atau negara dengan aneka agama, suku, bahasa hingga budaya? Ada beragam definisi yang mampu menggambarkan Indonesia. Mungkin, satu kata yang tepat untuk merangkum seperti apa Indonesia adalah bineka.

Kebinekaan Indonesia dalam bingkai toleransi

Bineka menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki arti beragam; beraneka ragam. Sebagai negara yang beragam, kemajemukan Indonesia dapat menjadi kelebihan juga kekurangan bagi negeri ini. Beragam manusia dengan aneka ras, suku, etnis dan agama hidup berdampingan menciptakan harmoni persatuan yang punya banyak warna karena perbedaan yang ada.

Disisi lain, sebagai negara yang multicultural dan memiliki aneka ragam perbedaan tersebut, Indonesia juga rentan akan konflik yang mengatasnamakan perbedaan. Tak menutup mata, ada rentetan peristiwa dalam sejarah yang terjadi akibat perbedaan, yang menjadi warna kelabu dalam sejarah Indonesia.

Keberagaman di Indonesia tak seharusnya menjadikan kita terpecah belah, sudah seharusnya kita sadar bahwa kita adalah satu jiwa yang terjaga dalam bingkai persatuan yang indah. Perekat persatuan yang indah ini tentunya adalah sikap toleransi. Hidupnya toleransi dalam kehidupan kita akan menciptakan perdamaian juga persatuan. Sungguh indah bukan?

Di era digital ini perubahan terjadi dengan begitu cepat, hal ini berdampak pada atmosfer perdamaian Indonesia yang sewaktu–waktu bisa berubah menjadi awan hitam yang membawa kebencian, intoleransi hingga konflik yang bisa memecah belah bangsa ini. Menilik kembali perjalanan pemilu yang lalu, seketika rasa sesak memenuhi rongga dada melihat Indonesia yang jauh dari kata damai. Adu argumen hingga perdebatan akibat berbeda pilihan berujung ujaran kebencian yang merajalela dimana-mana, isu–isu pemecah belah persatuan hingga ekstremisme yang berujung kekerasan yang sungguh memprihatinkan.

Hingga baru–baru ini konflik yang disebabkan oleh rasisme menguap ke permukaan, saudara setanah air kita di Papua menjadi korbannya, sungguh hal ini sangat mengoyak hati kita semua karena hati saudara kita di Papua tersakiti. Mari kita merenung sejenak, kita semua memang berhak memilih dan mengemukakan pendapat, kita memang menyadari ada perbedaan yang sangat kontras diantara kita baik agama, suku, ras, tradisi hingga penampilan kita semua juga berbeda tentunya. Tapi yang harus selalu diingat adalah bahwa kita satu tumpah darah, tumpah darah Indonesia. Apapun perbedaan yang ada diantara kita, tetaplah bersatu dalam merah putih. Perbedaan-perbedaan itulah yang membuat Indonesia berwarna dan saling melengkapi satu sama lain.

Api tidak akan padam jika dilawan dengan api, maka jadilah air yang mampu memadamkan api. Sebagai warga negara yang baik, tentu sudah seharusnya kita memahami dan memegang teguh semboyan bangsa ini “Bhinneka Tunggal Ika” agar kita terus bersatu dan tidak mudah terpecah belah.

Indonesia baru saja kembali merayakan kemerdekaannya, mari kita berikan kado istimewa untuk Indonesia dengan kembali merawat toleransi. Kembalikan atmosfer Indonesia yang damai. Damai dalam kemajemukannya yang berhasil disatukan dengan indah. Kembalikan Indonesia yang ramah. Ramah dalam menyikapi perbedaan yang ada. Kembalikan Indonesia yang sejuk. Sejuk dan jauh dari panasnya konflik pemecah belah persatuan. Kembalikan Indonesia yang rukun. Rukun bercengkrama, tolong-menolong dan menjaga satu sama lain dalam bingkai persatuan yang indah. Karena Indonesia adalah Rajutan aneka ‘beda’ yang menyatu dalam bingkai persatuan. Tenunan bineka yang terdiri dari berbagai ras, etnis, agama dan budaya. Cerminan toleransi yang saling memahami dan menjaga satu sama lain. Indonesia, Bukan tentang aku dan kamu. Bukan juga kami dan mereka. Indonesia adalah tentang kita. Jiwa-jiwa yang terpaut dalam indahnya ukhuwah. Yang terlahir dalam satu tumpah darah. Yang terlahir dari satu tanah air. Kita, Indonesia.

Editor: Ade Suryanti

- Advertisement - DOP

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles