Mendikbud Luncurkan Kebijakan Baru, Apa Komentar Mahasiswa UIN SU?

- Advertisement - Pfrasa_F
Foto: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim . (Sumber: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
- Advertisement - jd

Medan, Dinamika Online – Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU) turut berkomentar terkait Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI (Mendikbud), Nadiem Makarim yang meluncurkan kebijakan “Kampus Merdeka”. Kebijakan ini lanjutan dari konsep Merdeka Belajar yang ditujukan bagi perguruan tinggi. Dalam presentasinya yang dipublikasikan di Youtube Kemendikbud RI pada Minggu (26/1) ia mengemukakan empat kebijakan yaitu, Pembukaan Prodi Baru, Sistem Akreditasi Kampus, Status Kampus Badan Hukum, dan Magang Tiga Semester.

“Pendidikan Tinggi memiliki potensi dampak tercepat untuk perubahan SDM unggul. Pendidikan Tinggi di Indonesia harus menjadi ujung tombak yang bergerak tercepat karena begitu dekat dengan dunia pekerjaan, harus berinovasi tercepat dari semua unit pendidikan,” ujar Nadiem saat presentasi dalam Rapat Koordinasi Kebijakan Pendidikan Tinggi di Kantor Kemendikbud RI, Jakarta pada Jumat (24/1).

Baca juga: UIN SU Umumkan Jadwal Pendaftaran Seleksi Camaba

Nur Luthfiatun Niswah, mahasiswi Ilmu Komunikasi ini mengomentari bahwa rumusan kebijakan Mendikbud sesuai kebutuhan. “Cara belajar mahasiswa ini monoton, makalah-makalah terus. Tujuan dari kebijakan ini jelas, agar kampus dan mahasiswanya lebih adaptif. Kampus Merdeka yang dimaksudnya ini sudah memang kebutuhan dari bagaimana menciptakan SDM unggul,” ujarnya yang sedikit menyayangkan bahwa kebijakan ini hanya berfokus pada kampus yang berakreditasi A dan B, padahal seharusnya ini ditujukan ke semua mahasiswa tanpa kecuali.

Nadiem mengatakan pembukaan prodi baru selama ini tidak mudah padahal perguruan tinggi juga harus menjawab kebutuhan industri. Oleh karena itu, ia akan memberikan otonomi bagi perguruan tinggi negeri dan swasta untuk membuka prodi baru. Lanjutnya, program akreditasi yang bersifat otomatis bagi seluruh peringkat perguruan tinggi dan prodi yang siap naik peringkat akan diberlakukan. Ia juga akan memberikan kemudahan perubahan status perguruan tinggi negeri menjadi badan hukum.

Baca juga: Sejarah Kopi di Indonesia

Mendikbud RI itu juga akan memberlakukan mahasiswa bisa magang tiga semester. Ia mengatakan kebijakan keempat ini merupakan kebijakan favoritnya. Pendiri Gojek ini pun mengibaratkan program ini mengajarkan mahasiswa bukan hanya berenang di kolam renang yang aman tapi berenang di laut terbuka yang lebih banyak tantangan.

Nirza Mahfuza, mahasiswi Perbankan Syariah mengomentari kebijakan magang tiga semester yang menurutnya memang benar-benar merdeka belajar. “Aku setuju dengan pemaparan Pak Nadiem soal magang ini supaya mahasiswa itu lebih responsif sama dunia kerja dan lebih dapat berpengalaman tidak melulu dijejali teore, jadi memang merdeka belajarlah dibuatnya. Tapi, lima semester untuk jenjang S-1 itu terlalu cepat, idealnya tiga tahun karena banyak yang mesti dipersiapkan,” katanya.

Reporter : Iin Prasetyo

Editor      : Khairatun Hisan

- Advertisement - DOP

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles