Menjadi Loyal untuk Tidak Tertinggal

- Advertisement - Pfrasa_F
Ilustrasi: Dok. Internet
- Advertisement - jd

Oleh: Mulia Wilandra Harahap

Tulisan ini dikhususkan untuk kalian sahabat-sahabat Dinamika, kawan-kawan yang tengah berproses dalam organisasi, atau kamu yang tengah beradaptasi dengan lingkungan kerja. Loyalitas adalah kata kunci, kata sifat, atau bahkan kata penting bagi individu yang memiliki semangat juang dalam berproses di segala medan juangnya masing-masing. Tentunya hal ini akan dibarengi dengan cara dan penerapan yang berbeda, ada yang menggebu-gebu dan ingin terlihat hasilnya, ada juga yang perlahan namun sangat terasa dampaknya. Inti dari keduanya adalah tentang hasil dan pencapaian, apapun usahanya seberat apapun jalannya tetap saja yang menjadi akhir paling dinanti adalah hasil.

Menjadi loyal bukan hanya tentang seberapa lelah atau seberapa mengabdi kita di suatu tempat, tapi menjadi loyal adalah tentang seberapa hebat kita mengalahkan kebosanan dan semua hal mengganggu yang datang. Menjadi loyal bukan hanya tentang seberapa banyak kita mengikuti perubahan yang terjadi, tapi menjadi loyal adalah tentang seberapa banyak perubahan yang kita buat, dalam makna yang positif tentunya. Loyalitas sangat penting untuk dimiliki oleh SDM dalam sebuah instansi atau organisasi, mengapa demikian? Karena setiap anggota yang telah tertanam loyalitas di dalam dirinya akan memiliki jiwa mengabdi yang tinggi kualitasnya. Bagi sebuah organisasi, SDM seperti ini akan sangat mendukung perkembangan organisasi tersebut.

Di dunia penuh persaingan kini, sudah sepatutnya kita menyiapkan segala potensi yang ada. Tidak bisa dipungkiri bahwa untuk menjadi loyal harus siap dengan segala resiko, yang disayangkan adalah kita sebagai manusia terlalu sibuk memikirkan hal-hal yang justru menghambat berkembangnya potensi yang kita miliki. Misalnya, “Jika saya melakukan ini pasti nanti saya lelah” atau “Kalau saya pergi kesini pasti saya enggak bisa tidur siang” begitu bukan? Terkadang pemikiran kita belum mampu untuk terlalu jauh menyadari bahwa masih banyak hal baik yang akan diraih selepas kesulitan yang dialami. Yang perlu ditanamkan hanya dua hal, mulai Bergerak atau Menggerak! Percayalah bahwa ketakutan akan kegagalan adalah obat paling mujarab untuk mengatasi malas yang mengakar. Sesekali kita perlu mengancam diri sendiri, selain memotivasi tentunya.

Bingung karena tulisan ini terlalu bercabang? Barangkali kamu perlu membacanya berulang-ulang. Singkatnya begini, sedikit memasukan hal yang filosofis itu terkadang perlu. Seperti halnya tulisan ini, loyalitas pun begitu. Ada banyak hal yang perlu digali untuk menciptakan pengalaman, yang muaranya akan berujung pada kebiasaan. Maka setelah anda sadar bahwa pengalaman yang anda dapatkan adalah hal yang baik, maka jadikan itu sebuah rutinitas bagi anda. Dan setelahnya perlahan akan tercipta jiwa loyalitas pada diri anda.

Salam Sayang PSDA 2019

Editor: Maya Riski

- Advertisement - DOP

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles