Menteri Perhubungan Dinyatakan Positif Corona Kasus-76

- Advertisement - Pfrasa_F
Menteri Sekretraris Negara (Mensesneg) Pratikno (tengah) bersama Wakil Kepala RSPAD Gatot Soebroto Brigadir Jenderal TNI dr. A. Budi Sulistya (kiri) dan RSPAD Gatot Soebroto, dr Nyoto Widyo Astoro (kanan) memberikan keterangan kepada media terkait kondisi Menteri Perhubungan BUdi Karya Sumadi di Kantor Kemensesneg, Jakarta, Sabtu (14/3/2020). Dalam keterangannya Menteri Perhubungan Budi Karya SUmadi dinyatakan positif COVID-19. (Foto/ANTARA/Muhammad Adimaja)
- Advertisement - jd

Medan, Dinamika Online – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dinyatakan positif terinfeksi virus Corona (COVID-19), Sabtu (14/3). Hal ini disampaikan oleh Menteri Kesekretariat Negara (Mensesneg), Pratikno. Menteri Perhubungan dirawat di RSPAD Gatot Subroto, Minggu (15/3).

Dilansir dari detikNews Prof. Dr. Drs. Pratikno, M.Soc.Sc. selaku Menteri Sekretaris Negara menyebutkan bahwa ia sudah mendapat izin dari keluarga Menhub untuk menyampaikan kabar ini. “Atas izin keluarga yang disampaikan oleh Kepala Rumah Sakit Gatot Soebroto tadi adalah Pak Budi Karya, Pak Menhub. Ini kami sampaikan atas izin keluarga,” kata Pratikno di gedung Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Sabtu (14/3).

Pernyataan Praktikno juga dibenarkan oleh pihak RSPAD Gatot Subroto yang menyebut telah merawat seorang Menteri kabinet Joko Widodo yakni Budi karya yang saat ini dirawat dengan nomor pasien 76. “Saat ini beliau kita rawat di RSPAD, sudah ada perbaikan,” kata Wakil Kepala RS Kepresidenan RSPAD Gatot Subroto, Albertus Budi Sulistyo seperti yang  dilansir dari CNN Indonesia, Sabtu (14/3).

Sebelum dinyatakan positif Corona, pria Menhub sempat dikabarkan mengalami sakit tifus. Penyakit itu dialaminya setelah melakukan rangkaian kunjungan kerja ke luar kota selama beberapa hari ke Toraja, Luwuk, Wakatobi, Makassar, Parepare, Kertajati, dan Indramayu.

Mengomentari hal itu, Misniati, S.Pd.I sebagai kepala sekolah TK. Ikhwanul Muslimin di kecamatan Sunggal, kabupaten Deli Serdang mengatakan bahwa hal itu sangat wajar. Menutunya, seorang menteri akan banyak melakukan kunjungan kerja dan rentan terkena virus Corona. “Hal itu sangat wajar, karena pejabat negara banyak kunjungan kerja. Tapi, tetaplah untuk selalu hati-hati dan selalu mengantisipasi agar terjaga dari virus Corona. Bertakwalah kepada Allah dan minta ampunan dari-Nya” jelas

Salah satu mahasiswa juga ikut menanggapi kabar tersebut. Alfurqon, mahasiswa Fakultas Kedokteran, Universitas Sumatera Utara juga menuturkan nasihat agar kita tidak panik berlebihan. “Jangan panik berlebihan, dan jangan juga anggap remeh. Tetaplah waspada dan cuci tangan pakai sabun,” saran mahasiswa semester VI itu.

Reporter : Hijrah Alkhoir dan Rizky Chairunnisyah

Editor      : Miftahul Zannah

- Advertisement - DOP

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles