Menyikapi Kebebasan Wartawan, New Narative Gelar Diskusi Publik

- Advertisement - Pfrasa_F
Foto: Dok. Panitia
- Advertisement - jd

Medan, Dinamika Online– Yayasan Baru Asia Tenggara (New Narative) bekerjasama dengan Pusat Study Hak Asasi Manusia (PUSHAM) Universitas Negeri Medan dan Aliansi Jurnalis Independen Medan (AJI) menggelar Diskusi Publik dengan mengusung tema “Wartawan dibungkam, Demokrasi Terancam”. Kegiatan ini berlangsung di The HTT JL. Mangonsidi No. 32, Medan, Kamis (20/2).

Kegiatan ini bertujuan untuk menyikapi kebebasan informasi, kebebasan berekspresi dan untuk menganalisa maraknya kriminalitas, ancaman dan penganiayaan terhadap wartawan di Indonesia dengan menghadirkan empat narasumber yakni, Majda El Muhtaj sebagai kepala PUSHAM, Liston Damanik selaku ketua AJI, Kapolrestabes Medan, dan Ranto Sibarani mewakili Legal Advisor New Naratif.

Baca juga: Tolak Valentine Day, Muslimah Qonitaa Adakan Talkshow

Ketua AJI Medan, Liston Damanik mengatakan Tanpa ada kebebasan berekspresi perputaran informasi di ruang publik, publik tidak bisa tahu informasi yang objektif untuk ikut membangun negaranya. “Untuk itu kemarin AJI dan beberapa elemen pro demokrasi bukan hanya memberikan pernyataan sikap, tapi menggugat presiden atas pembatasan akses internet,” ujarnya.

Liston juga mengaku berharap Kapoltares Medan bisa datang dan mesnsosialisasikan penanganan kasus aduan pers. “Intinya bahwa seharusnya penyidik kalau mendapat pengaduan terkait pers, pemberitaan dan segala macam, bisa mengarahkannya ke mekanisme hak jawab, tahapannya adalah hak jawab, hak koreksi baru kalaupun tidak di ladeni oleh media bisa mengadu ke dewan pers, lalu dewan pers di mediasi, kalau memang buntu juga masuk ke hukum perdata,” ungkapnya.

Baca juga: Jadwal Pembayaran UKT Diperpanjang

Dilain kesempatan, pengacara Legal Advisor New Naratif menegaskan saat ini lebih mendahulukan Undang-undang ITE. “Kita sama-sama tahu ada undang-undang pers No. 40 Tahun 99, tapi kita dulukan sekarang langsung menggunakan undang-undang ITE yang sudah di ubah yah tahun 2019,” pungkas Ranto Sibarani.

Reporter : Amita dan Asep Muhammad Sobirin

Editor      : Ade Suryanti

 

- Advertisement - DOP

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles