Menyoroti Body Shaming; Berbicara yang Baik atau Diam

- Advertisement - Pfrasa_F
Ilustrasi oleh Puty Puar. (Foto/Instagram/@ErnestPrakasa)
- Advertisement - jd

Penulis: Sri Julia Ningsih

Tidak apa disakitin, jangan sampai kita yang menyakiti. Tidak apa dibenci, jangan sampai kita yang membenci. Tidak apa diceritai, jangan sampai kita yang ngomongin. Tidak apa, dan jangan sampai.

Tidak apa orang lain berkomentar selagi itu masih dalam ruang yang tidak melebihi seharusnya (agama, keluarga) dan hal-hal yang sebenarnya tak boleh diganggu gugat. Itu tidak perlu digubris. Jadi, ini masalah-masalah ringan ya, namun kita seringkali membesar-besarkan nya. Contoh, “Dasar kurus, gendut, hitam, jelek, pendek. DASAR KAMU!” dan mengata-ngatain fisik kita.

Baca juga: Sudahkah Kita Bijak dalam Menggunakan Gadget?

Tidak apa. Yakin dan Percaya, Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa kita, melainkan Allah melihat amal kita. Jadi, jangan diambil hati. Perbanyak amalan, perbanyakan belajar. Hidup kalau ngandeli fisik saja, juga tidak bisa. Sepakat? Jadi jangan sampai kita yang menyakiti orang dengan body shaming. karena Body shaming sangat tidak diperbolehkan karena dapat mengganggu jiwa seseorang.

Apa itu Body Shaming?

Bodyshaming adalah tindakan mengomentari bentuk fisik seseorang. Entah itu disengaja atau tidak, namun hal ini bisa berpengaruh ke masalah mental orang yang dikomentari. Body shaming mengacu pada pernyataan dan sikap negatif yang tidak pantas terhadap berat, ukuran, atau bentuk tubuh orang lain.

Bayangin, kalau dengan mudahnya lidah kita berucap eh, kamu gendut banget jadi orang, pasti semua-semua, kamu makanin ya? Pantes’’ contoh. Niat hati sih bercanda, taunya yang kita ledek justru menyikapi dengan serius, kemudian seseorang yang terkena body shaming itu langsung mengambil tindakan ingin diet yang berlebihan, sehingga sampai sakit. Pasalnya cuma gara-gara perkataan kita.

Baca juga: Apa Benar Hanya Kita Kehidupan Satu-Satunya?

Serem ya? Iya. Jangan sampai kita begitu. Kalau kita tau sangat tidak enaknya dihina dan diejek, ayo kita belajar untuk tidak menghina dan mengejek orang lain.Tiap orang memang berbeda- beda menanggapi kritikan, dan ejekan orang. Ada yang tidak diambil hati, ada yang terus menanggapi dengan hati banget, dan terus ingat-ingat yang kita bilang. Untuk menghindari resiko yang berlebihan, yuk keep riments or silent. Berbicara yang baik atau diam.

Body Shaming di Media Sosial

Dewasa kini, media sosial rasanya menjadi suatu kebutuhan yang tanpanya, hidup terasa hampa. Saat ini, siapapun lebih mudah mengakses informasi dan berekspresi di dunia maya. Anak-anak, remaja, dan orang dewasa bisa sesuka hati membuka media sosial kapan dan dimana saja melalui gawai mereka. Sayangnya, banyak warganet bandal yang belum mengetahui pentingnya bertanggung jawab atas perilakunya di dunia maya.

Tak jarang kita melihat di kolom komentar ucapan melenceng yang keluar dari hasil ketikan jari orang-orang tak berperikemanusiaan. “Kok item banget sih kamu, pendek lagi, gendut pula. Diet dong say,” ditulis dengan sadar, pun diterima pembaca dengan sadar. Lirih sekali hati membacanya terlebih lagi orang yang mempunyai akun sosial media yang di komentari seperti itu.

Baca juga: Pentingnya Verifikasi di Era Digitalisasi

Di era serba teknologi yang canggih begini, rasanya bukan lagi hanya sekadar mulutmu harimaumu. Izinkan saya menggantinya menjadi “jari mu harimau mu” pasalnya kini, kita lebih sering menggunakan jari untuk menyampaikan pesan. Baik jika itu ditempatkan pada posisinya. Tapi kita lihat juga, pada masa kini media sosial menjadi sorotan karena mudahnya siapapun menghina dan menjatuhkan orang lain.

Mengomentari fisik orang lain di media sosial itu sangat tidak pantas. Pasalnya, siapapun bisa melihatnya. Untuk itu, bijaklah bersosial media. Gunakan sewajarnya serta seperlunya, untuk hal-hal yang positif saja. Daripada menghabiskan energi mengetik hal-hal yang tidak baik, maka alangkah lebih baik lakukan hal-hal baik. Tahan diri untuk tidak melecehkan siapapun di media sosial. Sepakat?

Editor: Amelia Pratiwi

- Advertisement - DOP

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles