Mixue, Gerai Es Krim Pemburu Ruko Kosong

- Advertisement - Pfrasa_F
Foto: Kamerawan (Dok. Pribadi)

Penulis: Farhan Rizky Wahyudi

- Advertisement - jd

Sejak akhir Desember 2022 lalu, ketika kita bermain sosial media seperti TikTok dan Instagram atau bahkan status WhatsApp teman, ramai orang-orang membicarakan sebuah perusahaan es krim bernama “Mixue”. Ada apa dengan perusahaan tersebut hingga hangat dibicarakan orang-orang? Apa kamu pernah melihat gerainya di sekitar tempat tinggalmu?

Ya! Ternyata itulah yang menjadi perbincangan orang-orang, gerai ini ada di mana-mana. Di kota medan sendiri, telah terdapat banyak gerai Mixue, dari jalan Cemara Asri, Ayahanda, hingga Jamin Ginting. Secara perlahan, gerai ini menjamur ke setiap tempat. “Jika kita melihat sebuah tempat kosong, esok harinya akan dipasang plang Mixue,” begitu celetukan orang-orang di media sosial.

Melansir dari berbagai sumber, Mixue merupakan perusahaan es krim asal Tiongkok, yakni Mixue Bingecheng Co. Ltd. yang didirikan seorang mahasiswa bernama Zhang Hongchao pada tahun 1997. Modal awalnya pun hasil meminjam dari sang nenek sebesar 4.000 yuan, atau sekitar 9 juta rupiah. Dengan modal tersebut dan dibekali mesin serut sendiri dan pasang surut bisnis, ia berhasil meraih keuntungan pertama dua tahun kemudian.

Di Indonesia sendiri gerai Mixue pertama kali dibuka pada tahun 2020 yakni di Cihempelas Walk, Kota Bandung, akhir Maret 2022 lalu sudah terdapat lebih dari 300 gerai di seluruh penjuru negeri, ketika cari via Google Maps terdapat 6 gerai Mixue yang ditemukan. Seiring waktu, gerai ini mungkin akan bertambah banyak.

Terbesit juga pertanyaan dari pelanggan Mixue, kenapa belum ada logo halal, padahal perusahaan ini sudah memiliki cabang sejak tiga tahun lalu. Melansir kembali pada akun Instagram resmi @mixueindonesia menyebutkan alasan belum adanya sertifikasi halal karena beberapa faktor seperti penyediaan bahan baku dari negara asal. Sumber bahan baku yang tidak terpusat di satu kota, serta pandemi Covid-19, dan juga lockdown.

Lebih lanjut, Mixue juga mengatakan mereka akan terus memperjuangkan sertifikasi halal tersebut. Mixue juga menjamin produknya tidak menggunakan bahan-bahan sejenis alkohol, rum, ataupun daging babi. Mereka menyayangkan pihak yang menyatakan Mixue tidak benar-benar mengurus sertifikasi halalnya.

Mixue juga sudah lolos BPOM dan surat keterangan impor, produk bahan bakunya juga tidak wajib mendaftarkan izin edar karena bukan makanan dalam kemasan eceran, pada beberapa salindia terakhir dalam postingannya juga dilampirkan beberapa file yang mendukung pernyataan dari Mixue tersebut.

Nah itulah sedikit ulasan dari hangatnya perbincangan Gerai Mixue yang ada di mana-mana. Gimana? Tertarik mencoba? Eh, Gedung mangkrak 6 lantai UIN SU nganggur tuh, apa Mixue bakal…? Hehe.

- Advertisement - DOP

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles