MUI Kota Medan Imbau Masyarakat Tidak Salat di Masjid

- Advertisement - Pfrasa_F
- Advertisement - jd

Medan, Dinamika Online – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan terbitkan tuntunan tentang penyelenggaraan ibadah dalam situasi wabah Corona Virus Diseases (Covid-19) di Kota Medan pada Rabu (8/4). Tuntunan tersebut berisi himbauan kepada masyarakat yang berada di kawasan zona merah agar kiranya dapat meninggalkan jamaah salat lima waktu/rawatib, tarawih dan Idulfitri di masjid atau tempat umum lainnya. Jum’at (10/4).

Hal tersebut guna menyikapi Surat Edaran yang dikeluarkan oleh Menteri Agama (Menag) Nomor: SE. 6 Tahun 2020 tentang panduan ibadah Ramadan dan Idulfitri 1 Syawal 1441 H di tengah pandemi wabah Covid-19. Namun, MUI Kota Medan tetap membolehkan aktifitas salat jamaah di Masjid pada kawasan zona kuning dan hijau dengan ketentuan pengurus masjid rutin melakukan penyemprotan disinfektan.

Secara fiqih, mengenai salat tarawih dan salat Idulfitri adalah sunnah sedangkan menghindar dari bahaya kematian adalah wajib. “”Saya sampaikan bahwa salat Idulfitri dan salat tarawih ini hukumnya adalah sunnah, sementara menghindari bahaya kematian yang disebabkan Covid-19 ini adalah sesuatu yang wajib. Jadi dalam pandangan Islam bahwa keberlangsungan kehidupan itu harus diutamakan,”” jelas H. Ali Akbar Simbolon, Lc. MA salah satu dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi.

Sejalan dengan Ali Akbar, Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan MUI Kota Medan Dr. H. Ali Murthado, M.Hum. mengatakan bahwa Ramadan tidak hanya dimaknai dengan tarawih saja, tetapi dengan menahan hawa nafsu. ““Ramadan kan tidak hanya dimaknai dengan tarawih saja, tetapi dimaknai dengan menahan hawa nafsu. Nah dalam suasana tahun ini Ramadan kita dalam ujian, sanggup tidak kita menahan kesabaran, nilai sabar ini yang harus kita lebur dalam kehidupan kita,”” tutup Ali Murtadho.

Reporter : Asep Muhammad Sobirin dan Indah Yani

Editor      : Ade Suryanti

- Advertisement - DOP

Share article

Latest articles