Pemerintah Singapura Beri Bantuan APD Kepada Gubernur Sumut

- Advertisement - Pfrasa_F
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menerima bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dari Pemerintah Singapura melalui konsulat jenderal di Medan. (Foto/Instagram/@humassumut)
- Advertisement - jd

Medan, Dinamika Online – Pemerintah Singapura melalui konsulat jenderal yang ada di Medan memberi bantuan Alat Pelindung Diri (APD) kepada Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi. Bantuan tersebut diberikan langsung oleh Konsulat Jenderal Singapura Richard Grosse kepada Edy Rahmayadi di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman Nomor 41 Medan, Jum’at (10/4).

Pemerintah Singapura menyumbangkan beberapa APD meliputi baju pelindung (200), masker N95 (180), masker bedah (150) dan 400 pasang sarung tangan karet. Atas pemberiannya, Edy Rahmayadi mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Singapura yang mau membantu Sumut di tengah wabah pandemi seperti saat ini.

“Saya mewakili rakyat Sumatera Utara berterima kasih kepada pemerintah Singapura yang mau memberikan bantuan APD, barang yang langka di dunia. Ini sangat berarti bagi kita dan kita akan salurkan ke rumah sakit yang membutuhkan,” kata Edy Rahmayadi dikutip dari keterangan tertulis pada laman resmi Humas Sumut pada hari Kamis (9/4).

Bantuan yang diberikan Singapura kepada Sumut datang setelah pertemuan Perdana Menteri Singapura Mr. Lee Hsien Loong dan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Pertemuan tersebut bertujuan untuk memperkuat kerjasama pemerintah Indonesia dengan pemerintah Singapura dalam menanggulangi penyebaran Covid-19.

“Setelah pertemuan Pak Jokowi dengan Mr Lee Hsien Loong pemerintah Singapura mulai mendistribusikan bantuan APD dan alat medis ke Indonesia. Kepada Pemerintah Republik Indonesia kami juga memberikan APD, alat rapid test dan alat pendeteksi panas tubuh. Ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama Singapura dan Indonesia dalam menangani Covid-19,” kata Richard Grosse selaku Konsul Jenderal Singapura di Medan.

Muhammad Nur Fauzan, selaku mahasiswa UIN SU Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir semester II menanggapi adanya bantuan tersebut. Menurutnya, bantuan tersebut suatu hal yang lumrah. Kerukunan antar agama dan negara yang menjadi utama. “Kita tetap berprasangka baik dengan Singapura karena telah membantu dari segi material. Hal ini juga untuk kerukunan antar agama dan negara,” jelasnya.

“Tetapi inilah bukti nyata bahwa membantu tidak pandang negara, ras, bahkan agama. Itulah yang dicontohkan Singapura kepada dunia. Kita harus berterima kasih banyak kepada pemerintah Singapura atas bantuannya,” tutupnya.

 Reporter : Hijrah Alkhoir dan Havez Ababil

Editor       : Ade Suryanti

- Advertisement - DOP

Share article

Latest articles