Pendidikan dan Startup di Indonesia

- Advertisement - Pfrasa_F
Foto: Dok. Dinamika
- Advertisement - jd

Penulis: Rizki Audina

Saat ini, pendidikan tak bisa dipisahkan dari manusia. Sebab, pendidikan adalah salah satu hal dasar yang dibutuhkan oleh manusia dan merupakan tolok ukur dari kemajuan suatu bangsa.

Kita sama-sama mengetahui, pendidikan yang berkualitas bisa menambah kesempatan suatu negara untuk menyamakan kedudukannya dengan negara lain. Selain itu, pendidikan juga merupakan pasar yang cukup menjanjikan bagi pertumbuhan ekonomi suatu negara.

Berdasarkan data dari dapo.dikdasmen.kemendikbud.go.id, ada 220.562 sekolah dari semua tingkatan pada tahun ajaran 2019/2020. Tentunya dengan jumlah sekolah yang sangat banyak tersebut, jumlah peserta didik yang ada pun juga banyak. Belum lagi ditambah dengan jumlah mahasiswa di tiap perguruan tinggi yang ada.

Maka, tak heran jika saat ini ada banyak sekali bermunculan startup-startup pendidikan (Edtech) khususnya di Indonesia. Model bisnis yang ditawarkan masing-masing startup tersebut pun cukup beragam. Sebagian dari mereka menjual model pembelajaran lewat video, seperti Zenius dan Quipper.

Ada pula yang bisa menghubungkan peserta didik dengan guru les atau tempat bimbel yang berkualitas seperti PrivatQ dan Superprof. Dan yang sangat amat terkenal saat ini ialah RuangGuru, di mana startup ini menggabungkan berbagai jenis layanan dari masing-masing Edtech yang ada dalam sebuah platform.

Seharusnya, pemerintah menaruh perhatian lebih kepada startup-startup tersebut. Karena, kehadiran mereka cukup berperan aktif dalam mengubah kebiasaan masyarakat Indonesia dalam belajar menjadi lebih efektif, efisien, serta asyik.

Kini, proses belajar-mengajar tidak hanya dilakukan dengan sistem manual; tatap muka di ruang kelas, atau menggunakan buku-buku tebal yang ditulis oleh guru-guru kita. Sama dengan apa yang dilakukan oleh Bukalapak, Tokopedia, ataupun Gojek. Mereka juga sudah berhasil mengubah kebiasaan masyarakat dalam hal bertransaksi.

Ada banyak sekali elemen dalam pendidikan yang sudah terpengaruh oleh perkembangan teknologi. Seperti pengurusan data pokok pendidikan, ujian nasional, dan lainnya. Namun sayang, dalam proses belajar-mengajar belum sepenuhnya terpengaruhi oleh teknologi.

Padahal, hal tersebut merupakan hal penting untuk mengubah budaya belajar di Indonesia saat ini. Oleh karena itu, adanya penyuluhan secara merata mengenai kecakapan berteknologi sangatlah penting. Hal itu akan sangat membantu startup-startup tersebut memberikan sumbangsihnya terhadap pendidikan secara maksimal.

- Advertisement - DOP

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles