Perhatikan 5 Hal Ini dalam Melangsungkan Pertemanan

- Advertisement - Pfrasa_F
Ilustrasi persahabatan. (Foto/Ilustrasi/Pexels/Min An)
- Advertisement - jd

Penulis: Muhammad Ibrahim

Saat dibutuhkan entah ke mana, tiba terdesak baru mendekat, repons seperti ini biasanya terjadi ketika seorang teman menjadi buah bibir teman yang lain, hakikat teman sebagai interaksi umur yang saling menjaga aib bukan lagi prioritas utama. Ini biasanya terjadi ketika teman yang harusnya membantu, tidak merespons karena ia bersama yang lain. Sehingga beberapa istilah kotor dalam pertemanan seperti, tidak setia kawan, tidak tebal, telah sombong dan sebagainya akan disimpulkan ke arahnya.

Ketahuilah, bahwa pertemanan tidak mungkin mulus jika dalam interaksi masih mengalami hal-hal ini. Pertemanan dibentuk untuk saling menghargai, bukan menimbulkan kepincangan yang membuat putus komunikasi. Begitupun, jika kamu menemukan ada kepincangan dalam pertemanan, pahamilah bahwa itu bagian dari bukti kamu sedang memerhatikan orang lain.

Baca juga: Apa Benar Hanya Kita Kehidupan Satu-Satunya?

Maka sebagai manusia yang saling interaksi, kamu mesti memahami tip-tip penting dalam berkawan, agar cara sosialmu makin bermanfaat. Selain balas-membalas jasa, berikut penulis sampaikan beberapa etika pertemanan agar kamu menjadi pribadi yang open privasi.

1. Buka diri pada siapapun

Salah satu yang paling dilarang dalam pertemanan adalah memilah-milih teman sejawat. Kamu tidak boleh melakukan itu. Memilih teman memang sangat dianjurkan, tapi pilah-pilih teman bukanlah cara terbaik. Bertemanlah pada siapapun, pada generasi manapun, tanpa pandang bulu.

Di antara cara agar bisa berteman dengan siapapun adalah dengan membuka diri (interaksi) lewat senyum tanpa pilih-pilih. Kamu harus menanggapi setiap interaksi dengan interaksi yang baik, dan memulai pembicaraan jika seseorang mendiamkanmu.

Baca juga: Perjalanan Panjang Bank Sentral, antara Kebijakan dan Transformasi

2. Tidak melihat aib orang lain

Kamu harus legowo, berpikiran jernih tanpa menyangkut-pautkan masalah human terutama dengan lawan bicara. Selain itu kamu juga tidak boleh bermuka masam meski sedang punya banyak masalah.

Dalam etika pertemanan, berinteraksilah pada siapapun tanpa melihat kesalahannya. Kalau kamu memendam aib orang lain, kemudian mengingat-ingat pelakunya, maka tak mungkin ada interaksi selain bermuka masam. Sedang muka masam, bukan anjuran dalam pertemanan. Kamu harus melupakan segala perilaku yang tidak sesuai seleramu, berlegowolah, sesekali coba memaafkan.

Baca juga: Derajatmu Dilihat Dari Tingkat Takwa dan Iman

3. Anggap kamu sedang butuh kehadirannya

Seseorang akan merasa dihargai jika keberadaannya ternyata dibutuhkan orang lain. Bayangkan jika kamu datang ke suatu tempat, kemudian orang-orang di sana menyambut baik kedatanganmu. Kamu akan senang dan melihat dirimu sebagai bintang baru.

Sebaliknya jika kamu berada dalam satu kumpulan kelompok, kemudian seseorang datang menghampirimu, maka sambutlah ia seperti bintang yang sedang bersinar.

Baca juga: Rektor UIN SU Resmikan Barbershop Juara

4. Jangan hitung-hitung dalam bantuan

Ketimpangan pertemanan juga dapat terlihat ketika seseorang merasa tidak dibantu teman yang lain. Alih-alih ingin meningkatkan solidaritas, konflik dan gosip tak sedap justru malah bermunculan.

Ingatlah! Jika kamu di posisi orang yang dibutuhkan bantuannya, maka membantulah, mudah-mudahan suatu hari kamu juga dibantu orang tersebut.

Baca juga: Sekolah Maunya Kuliah, Kuliah Maunya Nikah

Ini tentang proses yang panjang, kamu harus merutinkan sifat saling membantu –walau dalam perkara kecil sekalipun, untuk mendapat respons yang baik dari orang tersebut. Ingat, membantu orang lain tidak hanya pada teman dekat saja, membantu orang yang tak dikenal juga bagian dari kebermanfaatan. Kamu tidak boleh pelit dalam interaksi.

5. Berkatalah yang baik

Lingkungan sosial begitu luas, tak bisa dipungkiri bahwa temanmu bukan satu dua orang saja. Kamu akan berteman dengan berbagai macam karakter. Ketahuilah, berteman juga sensitif, berhati-hatilah jika berbicara di dalamnya. Banyak karakter yang harus kamu jaga hatinya. Ada teman yang tidak suka dihina, ada yang tidak suka ditinggalkan, ada juga yang tak suka berlebihan. Kamu harus memahami karakter satu demi satu dengan pemahaman yang baik.

Sebagai solusi, lebih baik berbicara yang elok-elok saja. Tidak perlu menghina, tidak meninggalkan, tidak juga berlebihan. Pada etika pertemanan, kamu akan dianggap baik jika tutur katamu tidak bermasalah. Jadilah teman dengan tutur yang baik, sebab sebaik-baik teman adalah yang paling baik pada temannya.

Editor: Ade Suryanti

- Advertisement - DOP

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles