Perjuangan Semut

- Advertisement - Pfrasa_F
Ilustrator: Mhd. Haris
- Advertisement - jd

Penulis : Risma Dona S

“Maju…maju.. dia mendekat, cepatlah.. kita harus selamat sampai di sana.”

Begitulah suara riuh-riuh kecil yang kudengar sejak dari tadi aku terbangun dari tidurku. Mereka keluar dari kediaman mereka, berbaris entah menuju kemana. Perjalanan mereka yang begitu panjang, membuat mereka takut akan terjadi sesuatu.

Aku langsung kaget melihat mereka, dapatkah engkau bayangkan ketika bangun tidur mereka sudah berbaris di dinding kamar dengan wajahku yang menghadap ke mereka. Sontak, aku langsung kaget, saat itu juga rasa ngantukku hilang. Padahal, awalnya aku malas sekali untuk bangun. Aku mulai memperhatikan mereka dengan seksama, apa yang terpikir oleh mereka? Mengapa mereka tampak terlalu tergesa-gesa berjalan?

Baca juga: Hangatnya Sebuah Keluarga

Mungkin mereka mengira bahwa aku adalah raksasa jahat yang akan mengganggu mereka. Hmm.., mereka terlalu berprasangka buruk terhadapku, tapi lama-kelaman pasukan mereka bertambah sampai-sampai ratu mereka juga keluar. Aku yang tadinya berniat untuk tidak akan mengganggu mereka, mulai merubah pikiran.

Aku beraksi, aku mengambil minyak wangi lalu aku semprotkan ke arah mereka, sontak mereka berkeliaran tak tau arah lagi. Aku mulai prihatin, banyak di antara mereka keluar dari jalur yang ada, kehilangan arah karena semprotan tadi. Hidup mereka memang sulit. Ada saja yang mengganggu mereka di tengah perjalanan. Tidak lama kemudian mereka mulai terarah lagi, kembali berbaris dan jalan ke tempat tujuan awal mereka. Mereka mencari jalan baru yang tidak terkontaminasi dengan minyak wangi tadi.

Baca juga: Rektor UIN SU Resmikan Barbershop Juara

Aku menyerah untuk tidak menganggu mereka lagi. Aku biarkan mereka menuju tempat yang lebih nyaman. Perlahan aku tahu, ternyata mereka berjalan menuju rumah baru yang lebih aman dari rumah sebelumnya. Ratu mereka memerintahkan untuk pindah, karena tempat yang lama dirasa sudah tidak memberikan perlindungan bagi mereka lagi. Perjalanan mereka yang jauh akhirnya bermuara pada tempat yang lebih baik dari sebelumnya. Di sana mereka kembali menata kehidupan mereka yang baru.

Dari kisah semut tadi, aku belajar perjalanan hidup yang mahal harganya. Dimana saat kita telah mengusahakan sesuatu katakanlah bahwa itu akan menjadi impian kita, maka jika di tengah perjalanan dalam menggapai impian itu kita sempat terjatuh, bangkitlah segera, temukan jalan lain yang lebih baik untuk menggapainya. Karena jika kita tetap diam, kita akan tertinggal dan semakin jauh dari impian yang ingin dicapai, kehidupan akan terus berlanjut meskipun tanpa kita.

Editor : Yaumi Sa’idah

- Advertisement - DOP

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles