Pos Bloc Medan, Sulap Cagar Budaya Jadi Ruang Kreatif Publik

- Advertisement - Pfrasa_F
(Foto: Dok. Pribadi)
- Advertisement - jd

PT Pos Indonesia memberikan aset gedung Kantor Pos Indonesia yang disulap menjadi ruang kreatif publik kepada PT Ruang Kreatif Pos. Melalui kolaborasi antara PT Pos Property Indonesia dengan PT Ruang Kreatif Pos, maka terbentuklah Pos Bloc sebagai ruang kreatif publik, pengembangan talenta lokal, dan pemberdayaan bisnis Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Pos Bloc yang menjadi cagar budaya baru di Sumatra Utara ini sudah menjadi bagian kedua dari PT Ruang Kreatif. Secara sah, Pos Bloc diresmikan pada 29 Oktober 2022 oleh Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, juga Wali Kota Medan, Bobby Nasution.

  • Tidak Mengubah Bentuk Asli

Gedung Kantor Pos Indonesia menjadi salah satu bangunan bersejarah di Kota Medan bertepatan dengan lokasinya yang berada di tengah kota, tepat di titik nol Kota Medan. Bangunan bersejarah tentunya memiliki nilai tersendiri, dalam hal ini PT Ruang Kreatif Pos sama sekali tidak mengubah bentuk bangunannya.

Saat masuk kedalam Pos Bloc, rasa gedung tua masih amat terasa. Pihak Pos Bloc juga mengizinkan para UMKM untuk merenovasi tempatnya, dengan catatan tidak menghilangkan rasa bangunan tua tersebut.

  • Fokus Secara Ekonomi

Pos Bloc menjadi wadah pengembangan talenta bisnis UMKM. Mulai dari food and beverage, fashion, hingga kriya. Hal ini menjadi suatu upaya dalam mengambangkan bisnis dari pemilik UMKM tersebut. Tak hanya itu, Pos Bloc menjadi tempat pengembangan kreativitas anak muda serta wadah dalam mengeksplor keterampilan.

  • Prosedur UMKM Menjadi Bagian Pos Bloc Medan

Proses para UMKM untuk bergabung dengan Pos Bloc Medan tidak semudah yang dibayangkan. Fitri Anggraini Aminawan selaku Project Manager Pos Bloc Medan mengutarakan prosedur yang harus dilalui. “Pertama, kita minta kepada para tenant untuk memberikan proposal usaha mereka, kemudian mereka diminta untuk mempresentasikan usahanya,” ujarnya.

Waniya yang akrab disapa Angie itu juga mengatakan tujuan diadakannya presentasi agar saat pemilihan UMKM yang menempati Pos Bloc dilakukan secara profesional dan tidak asal-asalan.

Tidak berhenti setelah presentasi, Anggie melanjutkan prosedur apa saja yang masih harus dilalui. “Kemudian, UMKM yang telah melalui tahap presentasi akan menjalankan test food oleh pihak kita (Pos Bloc) kepada tenant yang bergerak di bidang food and beverage. Begitu juga tenant di luar bidang itu, akan kita lihat dari banyaknya peminat produk mereka,” tambahnya.

Jika kita ulik dan memerhatikan ke dalam Pos Bloc, tampak setiap UMKM berbeda-beda. Tujuannya agar para pengunjung dapat mencoba banyak pilihan produk yang ditawarkan.

  • Cashless Jadi Pembayaran Utama

Zaman sekarang, cashless (pembayaran nontunai) menjadi salah satu pembayaran yang mudah untuk dibawa ke mana saja. Pembayaran jenis ini sudah banyak diterapkan dimana-mana, termasuk Pos Bloc yang menjadikan cashless sebagai pembayaran utama. Alasannya pula untuk meminimalisir uang kertas dan memutus rantai penyebaran Covid-19 melalui uang kertas.

Tak sedikit juga yang komplain perihal ini, karena tak semua pengunjung berasal dari kaum milenial yang mengerti mengenai pembayaran nontunai. “Jadi, tahap awalnya ialah mengajari pembeli yang tidak punya debit. Pemilik tenant akan membantu membayarkan dengan Qris kemudian dibayarkan secara tunai oleh pembelinya,” pungkas Angie.

Reporter : Windy Sakila Nazwa

Editor      : Rika Wulandari

- Advertisement - DOP

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles