Addin 312: Orang Tua Nabi Ahli Neraka, Benarkah?

- Advertisement - Pfrasa_F
Ilustrator: Mhd. Hariz

Penulis: Nofrian Muhlisin Lubis

Dari sekian banyak masalah yang di kemukakan oleh orang-orang yang mengaku salafi atau wahabi dan sering membuat umat geram serta emosi ialah tuduhan terhadap ayah dan ibu Rasulullah sebagai ahli neraka. Tidakkah kita mengingat bahwa Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

“Dan orang-orang yang menyakiti hati Rasulullah itu, bagi mereka azab yang pedih.” (At taubah : 61)

1. Bagaimana pandangan ulama-ulama Ahlussunnah dalam menyikapi masalah ini?

Kita ketahui bahwa Abdullah (Ayah Rasulullah) dan Aminah (ibu Rasulullah)  hidup sebelum Rasulullah di utus, maka kedua orangtua Rasulullah termasuk dari golongan Ahlul Fatrah yang tidak di azab sebelum Rasul di utus. Demikian juga pendapat dari golongan Ahlussunnah Wal Jama’ah.

Para ulama dan orang-orang yang berpegang teguh kepada keyakinan Ahlussunnah Wal Jama’ah sepakat bahwa ayah dan ibu Rasulullah termaksud dari golongan Ahlul Fatrah. Ahlul Fatrah adalah orang-orang yang hidup di zaman kosong dari kenabian, sementara orang yang tidak sampai padanya dakwah islam, bisa saja pada masanya ada seorang nabi yang telah di utus, hanya saja dakwahnya tidak sampai kepadanya. Oleh karena itu, mengapa orang yang buta lagi tuli tidak termasuk mukallaf walaupun ada penyampaian pokok dakwah di sekitarnya.

Setelah kita tau Ahlul Fatrah adalah orang yang hidup di masa kosongnya kenabian, selanjutnya bagaimana hukum mereka di akhirat kelak, apakah akan mendapatkan surga atau sebaliknya, neraka yang akan di terima?

Dalam hal ini Syaikhul Islam Imam Ibnu Taimiyah memberikan jawaban yang cukup baik menurut beliau :

“Sesungguhnya Al-Quran dan sunnah telah menunjuk bahwa Allah ta’ala tidak akan menyiksa seorang pun, kecuali telah sampai Risalah (melalui Rasul) kepada mereka”.

2. Bagaimana jika ada yang bertanya dalil para ulama Ahlussunnah dalam masalah ini?

Mengenai dalil para ulama Ahlussunnah jelas banyak sekali dalil yang menunjukkan bahwa ayah dan ibu Rasulullah bukan termasuk dari penghuni neraka sebagaimana yang di tuduhkan oleh orang-orang Wahabi. Diantaranya:   

“Dan kami tidak akan meng’azab sebelum kami utus seorang Rasul.” (Al Isra’ 17 : 15)

Al Imam Fakhruddin Ar Razi menyatakan bahwa semua orang tua para Nabi muslim. Dengan dasar ayat berikut ini :

“Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk sembahyang), dan (melihat pula) perobahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud.” (Asy-Syu’araa’ :  218-219)

Ulama menafsiri ayat di atas bahwa cahaya Nabi berpindah dari orang yang ahli sujud (muslim) ke orang yang ahli sujud lainya, Adapun Azar yang secara jelas mati kafir, sebagian ulama’ menyatakan bukanlah bapak Nabi  yang sebenarnya tetapi dia adalah bapak asuhnya dan juga pamanya.

Kemudian Hadits Nabi SAW:

“Aku (Muhammad SAW) selalu berpindah dari sulbi-sulbi laki laki yang suci menuju rahim-rahim perempuan yang suci pula.“

Jelas sekali Rasulullah menyatakan bahwa kakek dan nenek moyang beliau adalah orang-orang yang suci bukan orang-orang musyrik karena mereka di nyatakan najis dalam Al-Quran. Allah SWT berfirman :

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis.“

Lalu, apa dalil mereka berani mengatakan bahwa orang tua Rasulullah SAW masuk ke dalam neraka? Mereka yang menyatakan orang tua nabi masuk dalam neraka, berdasarkan hadits riwayat Imam Muslim dari Anas Bin Malik :

“Dari Anas “Bahwasanya telah datang seorang laki-laki dan mereka bertanya kepada Rasulullah, tentang di manakah keberadaan ayahku?, Rasulullah SAW menjawab : “dia di neraka “ maka ketika laki-laki itu hendak beranjak dari hadapan Rasulullah SAW, Rasulullah memanggilnya seraya berkata “ sesungguhnya ayahku dan ayahmu di neraka“.

Yang dimaksud dengan Ayah dalam hadits ini adalah paman dari Rasulullah, yaitu Abu Thalib, bukan Abdullah, karena orang arab biasanya menyebut paman dengan sebutan ( ابي), Abu Thalib masuk neraka karena tidak beriman setelah Rasulullah di utus, sedangkan Abdullah meninggal sebelum Rasulullah  di utus.

Al-Imam Jalaluddin Abdurrahman As-Suyuti menerangkan bahwa Hammad, perawi di atas itu di ragukan oleh para ahli hadits dan hadits tersebut hanya diriwayatkan oleh Imam Muslim. Padahal banyak riwayat lain yang lebih kuat dari Hadits tersebut, seperti riwayat Ma’mar dari Anas Bin Malik, Al-Baihaqi Dari Sa’ad Bin Abi Waqash :

“Sesungguhnya A’robi berkata kepada Rasulullah SAW “Di mana ayah ku ?, Rasulullah SAW menjawab : “dia di neraka“, Si A’rabi pun kembali bertanya kepada Rasulullah SAW “ di mana Ayah Mu ?, Rasulullah SAW menjawab“ sekiranya kamu melewati kuburan orang kafir, maka berilah kabar gembira dengan neraka“.

Dan riwayat di atas tidak menyebutkan ayah Rasulullah SAW berada di neraka.

Tidak jelas, entah apa motivasi atau target orang-orang yang terus menerus membahas orang tua Rasulullah di dalam neraka, mungkin Allah SWT ingin menunjukkan sifat-sifat kemunafikanya mereka.

  • Nama : Nofrian M.Lubis
  • Fakultas : Ushuluddin Dan Studi Islam
  • Jurusan : Ilmu Hadits
  • Semester : 2
  • Instagram : nofrian_muhlisin_lubis
  • Facebook : Nofrian Muhlisin
  • Youtube : Dakwah Mini UNO
- Advertisement -

Share article

Latest articles