Addin 313: Keistimewaan Hari Jumat

- Advertisement - Pfrasa_F
Ilustrasi: Tiara Wulandari

Penulis: Khairul Umam

“Sebaik-baik hari di mana matahari terbit di saat itu adalah hari Jumat. Pada hari ini Adam diciptakan, hari ketika ia dimasukkan ke dalam surga dan hari ketika ia dikeluarkan dari surga. Dan hari kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari Jumat.”  (HR. Abu Hurairah)

Dalam Islam, semua hari memang dianggap baik. Akan tetapi, ada satu hari yang dianggap paling baik, yakni hari Jumat. Kenapa harus hari Jumat? Telah dijelaskan oleh nabi Muhammad Sallallahu alaihi wasallam, hari Jumat adalah sebaik-baiknya hari karena pada hari itu Adam dimasukkan ke dalam surga begitu juga hari dikeluarkannya Adam dari surga, bahkan kiamat tidak akan terjadi selain pada hari Jumat.

Terhindar dari Siksa Kubur

Hari Jumat memiliki banyak keistimewaan, seperti hadis yang diriwayatkan oleh Imam At- Tirmidzi dari Abdullah bin Amr bin Ash, apabila kita meninggal pada hari Jumat, insyallah akan terjaga dari fitnah dan siksa kubur. Namun untuk menjemput keberkahan itu, kita tetap harus menjaga amalan baik kita.

“Barangsiapa yang meninggal dunia di malam Jumat atau hari Jumat terjaga dari fitnah siksa kubur.” (HR. Imam At Tirmidzi dari Abdullah bin Amr bin Ash).

Hari Penghapusan Dosa

“Siapa yang mandi pada hari Jumat, bersuci sesuai kemampuan, merapikan rambutnya, mengoleskan parfum, lalu berangkat ke masjid, dan masuk masjid tanpa melangkahi di antara dua orang untuk dilewatinya, kemudian salat sesuai tuntunan dan diam tatkala imam berkhotbah, niscaya diampuni dosa-dosanya di antara dua Jumat.” (HR. Bukhari).

Dari hadis di atas telah dijabarkan betapa hari Jumat itu adalah hari yang penuh berkah, banyak amalan-amalan yang bisa kita lakukan agar menjemput pengampunan dari Allah Subhanahu wa ta’ala khususnya pada hari Jumat. Maka, ikutilah amalan-amalan yang terdapat dalam hadis tersebut untuk memperoleh pahala dari Allah.

“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha luas, Maha Mengetahui.” (QS Al-Baqarah:216).

Hari Khusus Umat Islam

Jumat juga merupakan hari khusus umat Islam. Di mana pada hari itu terdapat salat Jumat. Hari khusus ini juga dijelaskan di dalam Al-quran.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk menunaikan salat pada hari Jumat maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli.” (QS Al-Jumu’ah/62:9).

Aus bin Aus berkata, Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam bersabda, “Siapa yang mandi pada hari Jumat, kemudian bersegera berangkat menuju masjid, dan menempati saf terdepan kemudian dia diam, maka setiap langkah yang dia ayunkan mendapat pahala puasa dan salat selama satu tahun, dan itu adalah hal yang mudah bagi Allah.” (HR. Ahmad dan Ashabus Sunan, dinyatakan sahih oleh Ibnu Huzaimah).

Waktu Mustajab Dikabulkannya Doa

Jumat adalah waktu mustajab dikabulkannya doa, jika seorang Muslim berdoa di hari Jumat maka dengan kehendak Allah Subhanahu wa ta’ala akan dikabulkan. Sama seperti bulan Ramadan, setiap doa akan dijabah oleh Allah. Oleh karena itu gunakan kesempatan berdoa dengan khusyuk dan memperbanyak selawat pada hari Jumat dan  di bulan Ramadan. Karena dua waktu ini paling mustajab dikabulkannya doa.

Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam bersabda “Sesungguhnya pada hari Jumat terdapat suatu waktu yang pada waktu itu seorang muslim tepat berdoa memohon kebaikan kepada Allah maka Allah akan mengabulkannya. Dan rentang waktu itu cukup singkat.”

Hari Allah Menampakkan Diri

Keutamaan hari Jumat lainnya adalah waktu ketika Allah menampakkan diri di hadapan setiap hamba-Nya yang taat dan beriman di surga-Nya. Hal ini diutarakan oleh Anas bin Malik, yang mengatakan bahwa Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam bersabda, “Dan Kami memiliki pertambahannya, Allah menampakkan diri kepada mereka setiap hari Jumat.”

Hari Raya Mingguan

Suatu keistimewaan yang diberikan Allah Subhanahu wa ta’ala khusus kepada umat Islam di hari Jumat yang dijadikan sebagai hari raya. Ketetapan ini langsung diberikan oleh Allah.

“Hari raya yang Allah jadikan (berikan) kepada kaum muslimin. Maka, orang yang melaksanakan salat Jumat hendaknya mandi. Sekiranya ia memiliki minyak wangi maka hendaknya memakainya. Dan bersiwaklah.”

Ibnu Abbas berkata, Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam bersabda, “Hari ini adalah hari besar yang Allah tetapkan bagi umat Islam, maka siapa yang hendak menghadiri salat Jumat hendaklah mandi terlebih dahulu.” (HR. Ibnu Majah).

Hari Terbaik Untuk Bersedekah

Jumat juga dianggap sebagai hari terbaik untuk bersedekah. Di samping Jumat memang sebagai hari paling utama dalam Islam, sedekah sendiri adalah jenis amalan yang dapat membawa pahala berlimpah atau bahkan tak terputus bagi yang melakukannya. Apalagi jika sedekah yang kamu lakukan tergolong amal jariah seperti membangun masjid atau memberi makan dan minum kaum duafa.

“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha luas, Maha Mengetahui.” (QS Al-Baqarah:216).

Hari Paling Utama di Dunia

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam berkata, “Hari paling baik dimana matahari terbit pada hari itu adalah hari Jumat, pada hari itu Adam diciptakan, dan pada hari itu pula Adam dimasukkan ke dalam surga, serta diturunkan dari surga, pada hari itu juga kiamat akan terjadi, pada hari tersebut terdapat suatu waktu dimana tidaklah seorang mukmin salat menghadap Allah mengharapkan kebaikan kecuali Allah akan mengabulkan permintannya,” (HR. Muslim).

Sungguh tak terhingga, berkah yang bisa kita dapat dari keutamaan hari Jumat. Oleh karena itu, mari kita manfaatkan momen hari Jumat untuk memperbanyak amalan kebaikan, berselawat dan menyalurkan zakat atau sedekah kita kepada fakir miskin, kaum duafa dan lain sebagainya yang membutuhkan. Uluran tangan yang kita berikan tentu akan jadi sumber pahala bagi diri kita sendiri dan juga kebahagiaan untuk mereka yang kurang beruntung.

  • Penulis : Khairul Umam
  • Semester : IV
  • Jurusan : Bimbingan Penyuluhan Islam
  • Fakultas : Dakwah dan Komunikasi
  • Instagram : Khairul Umam
- Advertisement -

Share article

Latest articles