Mari Sibuk pada Hal Positif

- Advertisement - Pfrasa_F
(Ilustrator: Muhammad Ihsan)

Penulis: Zaitun Azzahra 

“Jika kamu tidak tahan terhadap penatnya belajar, maka kamu akan menanggung bahayanya kebodohan”

-Imam Syafi’i-

Setiap manusia pasti merasakan bosan, lelah, dan rasa ingin menyerah dalam sebuah usaha dan pencarian ilmu. Akan tetapi, jika kita berhenti dalam hal tersebut, apa yang mau kita perbuat? Diam di rumah dan menjadi beban, atau mungkin menunggu hidayah dari Tuhan? Jangan! Memang mencari ilmu membuat setiap orang pusing, tetapi diam dan tidak melakukan apa-apa juga buat pusing, lo!

Saat mencari ilmu dan mengerjakan sesuatu yang inovatif pastinya akan merasa pusing kepada hal yang positif. Akan tetapi, pekerjaan seperti ini akan menambah pengetahuan di otak sehingga seseorang tidak gampang untuk dibodohi, melainkan lebih mudah dalam mencari solusi bahkan pahala. Tidak dapat dimungkiri, duduk diam di rumah dan menjadi pengangguran pun juga merasakan pusing. Kemudian, timbul pertanyaan dibenaknya, “Besok saya makan apa, ya? Atau mungkin, “Besok apa yang mau saya kerjakan, ya?” dan pertanyaan lainnya. Kualitas dalam berfikir orang yang berilmu dengan orang yang menyerah dan malas itu sangat berbeda. Oleh karena itu, mulai sekarang mari pusing ke hal yang positif, ya!

Dalam agama, Allah juga memerintahkan kepada manusia agar selalu produktif dan tidak bermalas-malasan dalam segala hal, terutama dalam pencarian ilmu dan ibadah yang tercantum dalam surah Al-Insyirah ayat 7 yang artinya, “Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.” Dalam ayat ini, Allah Subhanaahu Wataala (Swt.) secara tegas memerintahkan manusia agar pandai memanfaatkan waktu dan tidak membuang waktu secara sia-sia.

Hidup itu harus punya masalah karena ketika tidak punya masalah adalah sebuah “masalah”. Kemudian, pada suatu saat nanti, pasti ada masa di mana hanya Allah Swt. dan ilmu yang kita milikilah yang mampu menolong permasalahan kita. Hakikatnya, seseorang yang sedikit mendapatkan pengetahuan akan mudah dibohongi orang lain dan gampang terhasut. 

Dalam hal ini juga perlu diperhatikan dan diperbaiki perihal keadaan diri sendiri dan sekeliling kita agar selalu produktif dan pusing dalam hal yang positif. Berikut penjelasannya:

Baca Juga: Mengendalikan Ego dan Menghargai Diri adalah Kunci Keseimbangan Hidup

1. Cari kesibukan yang positif

Mencari kesibukan yang positif sangat berpengaruh dalam perubahan manusia agar lebih produktif. Carilah kesibukan saat waktu senggang yang dapat menambah ilmu seperti membaca buku, membuat kerajinan, mendengarkan kajian, mengikuti pelatihan, mengikuti lomba, dan lain sebagainya.

2. Mengenali diri kita sendiri

Hal ini mungkin mudah diucapkan, tetapi nyatanya masih banyak orang yang sangat sulit untuk mengenali diri sendiri, terutama dalam hal cara dia belajar. Banyak yang memaksakan dirinya untuk mengikuti cara belajar si A atau si B yang bukan caranya sendiri dalam belajar. Oleh karena itu, carilah posisi dan metode yang benar-benar nyaman untuk kamu belajar, ya! Jangan pernah menyerah.

3. Lingkungan

Kehidupan sekitar sangat berpengaruh pada diri kita. Jauhilah lingkungan dan pertemanan yang berisi orang-orang pemalas, berpikir mundur, dan mudah menyerah. Dekatkan diri kita kepada pertemanan yang positif, saling peduli, selalu bertukar ilmu, dan yang pastinya membuat kita mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Tiga hal di atas dapat membuat kita lebih produktif dan membawa kepada pusing yang positif, ya! Ingat, Teman-Teman, semua ilmu itu harus disertai dengan iman, sebab ilmu tanpa iman adalah buta. Oleh karena itu, niatkan karena Allah Swt. dalam setiap pencarian ilmu, seimbangkanlah kehidupan dunia dan akhirat. Jangan buang kesempatan yang diberikan-Nya selama di dunia, ingat tujuan utama Dia menciptakan manusia adalah untuk beribadah kepada-Nya. Tetap semangat dalam mencari ilmu, jangan pernah menyerah dan bertawakal. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan ketika kita terus berjuang meraih impian.

Baca Juga: Baca Ini Ketika Kamu Sedang Tidak Baik-Baik Saja

Editor: Rika Wulandari

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles