Penulis: Damia Hadifa
Kampung Nelayan Seberang namanya, berada di Kelurahan Belawan I, Kecamatan Belawan, Medan. Kampung ini dikenal dengan akses keluar masuk dengan perahu kayu yang ada di sekitar tempat tersebut. Tak heran pula perahu-perahu kayu yang berjejer dan terikat di sepanjang laut, menjadi sumber transportasi umum bagi masyarakat untuk berkegiatan. Terdapat ciri khas dari tempat ini yaitu aroma air laut dan jaring yang baru digunakan, serta rumah-rumah panggung yang berdiri di atas laut. Di tempat ini juga, kehidupan masyarakat berjalan seiring dengan ritme pasang dan surut. Mereka menggantungkan hidup melalui pasang dan surut air laut.
Saat sinar pagi mulai menyinari kampung, kehidupan perlahan bergerak dengan ritmenya sendiri. Para nelayan dengan tekun merapikan jaring, membenahi perahu, serta mempersiapkan bekal untuk kembali menyusuri laut. Di tengah kesibukan itu, tawa dan obrolan ringan mengalir alami, menandakan eratnya ikatan antarmasyarakat yang ada di sini. Para ibu yang berada di rumahnya masing-masing, dengan sabar menanti hasil tangkapan, ada yang langsung mengolah ikan segar, ada pula yang menyiapkannya untuk dijual demi mencukupi kebutuhan keluarga.
Baca Juga: Nikmatnya Suasana Sore Medan di Stadion Kebun Bunga
Anak-anak di sini berlarian di atas papan kayu yang menghubungkan satu rumah dengan rumah lainnya, menghidupkan suasana pagi, siang, maupun sore hari. Kampung Nelayan Sebrang bukan hanya sekadar tempat bermukim masyarakat, melainkan rumah bagi nilai kebersamaan, kerja keras, dan harapan. Meski hidup dalam keterbatasan, masyarakatnya tetap menjaga tradisi dan tetap menaruh harapan masa depan mereka pada laut yang diiringi dengan kehidupan sehari-hari mereka.
Pada akhirnya, Kampung Nelayan Sebrang menjadi simbol ketangguhan masyarakat pesisir dalam menjalani kehidupan. Bagi mereka, laut tidak sekadar tempat mencari nafkah, melainkan teman setia yang mengajarkan makna kerja keras dan hidup saling menguatkan. Dari kampung sederhana ini tumbuh harapan yang besar, bahwa selama kebersamaan dan rasa syukur terus dipelihara, langkah hidup akan selalu mengarah pada hari esok yang lebih baik.
Baca Juga: Giant Hill, Hamparan Hijau di Binjai untuk Relaksasi dari Rutinitas
Editor: Kauria Rawia

