Masjid Raya Ahmadsyah, Warisan Kesultanan Melayu di Asahan

Penulis: Farhan Rizky Wahyudi

Suku Melayu Asahan menjadi bagian dari kebudayaan melayu yang ada di Sumatra Pesisir. Bertetangga dengan Melayu Deli, Langkat, dan suku melayu lainnya. Memiliki ciri khas pada bahasanya yang berdialek “o” menjadikan orang Melayu Asahan mudah dikenali saat merantau ke daerah lainnya di wilayah Sumatra Utara.

Masjid Raya Ahmadsyah menjadi satu-satunya peninggalan Kesultanan Asahan yang masih kokoh berdiri. Masjid ini terletak di jantung Kota Tanjung Balai, ibu kota negeri Asahan pada masa lampau. Sesuai namanya, masjid ini dibangun atas perintah Sultan Ahmadsyah penguasa negeri Asahan tahun 1854–1888. 

Baca Juga: Urban Sneaker Society Kembali Hadir di Medan

Dibangun memakan waktu dua tahun, yakni dari tahun 1884 dan selesai pada 1886. Masjid Raya Ahmadsyah ini lebih tua dari masjid bersejarah Sumatra Utara lainnya seperti Masjid Raya Al-Mashun yang berdiri pada 1909 di Kota Medan dan Masjid Raya Sulimaniya yang berdiri pada 1894 di Kabupaten Serdang Bedagai.

Masa sekarang Masjid Raya Ahmadsyah menjadi ikon Kota Tanjung Balai dan menjadi salah satu cagar budaya di kota kerang itu. Pilar-pilar masjid yang tinggi kini telah kalah dari gedung-gedung sarang walet yang mengelilinginya. Ketika menjelang senja, suara alat pemanggil burung walet turut bersahutan dengan pengeras suara masjid yang memberi kesan khas ketika melewatinya.

Baca Juga: Surga Tersembunyi di Kaki Gunung Sinabung

Editor: Syahda Khairunnisa