Penulis: Ika Gita Saputri
Gambus merupakan alat musik tradisional yang biasanya dipertunjukan oleh warga Rantau Langsat. Rantau Langsat merupakan salah satu desa yang berada di Kec. Batang Gansal, Kab. Inhu, Prov. Riau.
Pak Tatung pemilik nama lengkap Syaparudin diakui oleh masyarakat sebagai mangku adat di kelompok minoritas Suku Talang Mamak Rantau Langsat. Pak Tatung juga mengatakan bahwa gambus dulunya bernama Guntang, yang memiliki tali senar enam dan tidak terlalu besar. Alat ini bentuk senarnya mirip dengan gitar. Bedanya, lubang pada gambus ditutupi menggunakan kulit kambing atau kulit ikan pari. Alat ini dulunya dimainkan para pemuda untuk menyampaikan segala sesuatu lewat lagu gambus seperti berbalas pantun, dan menyampaikan pesan pada pasangan.
Alunan lagu gambus yang dibawakan Pak Tatung bersama rekannya Pak Nasir. Masyarakat minoritas Talang Mamak Rantau Langsat yang sudah puluhan tahun berjuang atas hak adat dan ulayatnya kepada pemerintah sebagian besar digambarkan oleh Pak Tatung dalam bergambus.
Sebagai bentuk kepedulian, Komunitas ASPA (Anak Scout Pecinta Alam) Rengat Barat membuat acara Open Trip Camp Ground Rantau Langsat. Guna untuk memperkenalkan alat musik tradisional gambus. Lebih dari 60 orang yang datang dan mendaftarkan diri, baik secara individu, kelompok maupun komunitas. Dengan tujuan melihat langsung pertunjukan musik gambus.
Editor: Amelia Pratiwi

