Street Coffee, Empat Kopi

Penulis: Fikri Afdillah Daulay 

Sesuai dengan namanya, Empat Kopi, beranggotakan empat pemuda yang lelah dengan dunia, ingin menjalani hidup yang lebih berguna. Terinspirasi dari secangkir kopi, bahwa dia tak pernah dusta atas nama rasa. Empat Kopi punya cerita, hitam tak selalu kotor, pahit tak harus sedih.

Keempat anak muda, Rhavel, Jeem, Ari, dan Uga yang baru berusia 20 tahun-an membuktikan keberaniannya untuk membuka usaha kedai kopi pinggir jalan guna bersaing dengan coffee shop lainnya. Mereka membuka lahan usaha di Lubuk Pakam yang sudah mapan secara tempat, peralatan, dan permodalan. Tentunya tidak kalah soal rasa.

Tidak seperti kafe pada umumnya, Empat Kopi ini memakai konsep kedai kopi street yang cocok buat bersantai sore-sore bahkan malam juga. Empat Kopi punya konsep street coffee dengan memanfaatkan pinggiran jalan serta bangunan pinggir jalan yang terbengkalai untuk disulap menjadi tongkrongan yang asik dan ramai.

Kedai Empat Kopi memiliki konsep kopi jalanan, yang mana gerobak kopinya didirikan di atas motor vespa. Empat Kopi relatif bisa memberikan suasana ngopi dengan penuh rasa keakraban dan keestetikan, bahkan bisa membawa kesan street ala angkringan Yogyakarta (malioboro) di kota Lubuk Pakam.

Harga yang ditawarkan kedai kopi ini terbilang cukup merakyat, menu signature di tempat ini di antaranya gula aren yaitu susu dan espreso, menu ini dibanderol dengan harga Rp14.000,00. Selanjutnya menu non coffee mocktail yang dibanderol dengan harga hanya Rp15.000,00. Harga yang relatif murah ini menjadi salah satu sebab kenapa Empat Kopi selalu ramai dijadikan tempat berkumpul anak-anak muda serta tempatnya juga asyik dan nyaman.

Editor: Siti Asyaroh