Rundown PBAK Lompat, Maba Abaikan Momen Pengenalan UKK/UKM

- Advertisement - Pfrasa_F
(Kamerawan: Irham Aliyafi Siahaan)
- Advertisement - jd

Rangkaian acara Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) yang dilaksanakan di depan Gedung Birokrat UIN SU Kampus IV Tuntungan pada 30 Agustus lalu, seharusnya menjadi salah satu momen pengenalan dan penampilan bagi Unit Kegiatan Khusus/Unit Kegiatan Mahasiswa (UKK/UKM). Pasalnya, rundown yang sudah ditetapkan oleh panitia tidak sesuai dengan apa yang terjadi di lapangan.

Berawal dari pengunduran waktu mulainya PBAK, hingga ceramah umum yang dibawakan oleh Ketua Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen. Pol. Boy Rafli Amar, M.H., para mahasiswa baru (maba) sudah mulai gelisah dengan situasi dan kondisi cuaca yang semakin terik.

PBAK yang merupakan momen setahun sekali ini merupakan momen UKK/UKM unjuk gigi di hadapan maba. Segala latar belakang, kegiatan-kegiatan, prestasi, dan cerita-cerita postif pun disampaikan demi mendapatkan perhatian dan menarik minat maba. Namun, sayangnya takdir berkata lain. Agenda terakhir pada rundown, yang seharusnya penyerahan peserta PBAK kepada pimpinan fakultas, beralih ke atas menjadi agenda sebelum Pengenalan UKK/UKM. Pada akhirnya, maba mengabaikan momen pegenalan UKK/UKM.

Shahab Sahala Siagian, Komandan Resimen Mahasiswa (Menwa) UIN SU, mengatakan ini tidak sesuai dari apa yang sudah direncanakan. “Saya lihat Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) langsung mengarahkan maba ke belakang untuk ambil barisan masing-masing. Sebenarnya mereka tidak bisa ambil alih seperti itu, harusnya Maba mendengarkan dulu UKK/UKM ini bersosialisasi. Namun, faktanya UKK/UKM percuma berkoar sana sini karena adik-adik Maba sudah bubar dari barisan. Ini tidak sesuai dari apa yang direncanakan,” katanya.

Di sisi lain, Sekretaris HMJ Ilmu Komunikasi (Ikom) mengaku tidak ada memberikan arahan untuk bubar. “Kami tidak memberikan arahan kepada maba supaya bubar. Mikrofon di panggung utama tidak terdengar jelas. Jadi, kami pun tidak tahu apa arahan selanjutnya. Ketika kami lihat Maba sudah bubar, maka kami berinisiatif untuk mengumpulkan maba yang sudah pencar,” ujar Taufiq Sarfan Hasibuan.

Selanjutnya, Sarfan menambahkan lagi. “Begitu kami lihat barisan bubar satu per satu, kami pun bertanya-tanya kepada HMJ lain ‘ini sudah selesai?’ Kami langsung inisiatif untuk ambil alih supaya maba dikumpulkan dan kami sampaikan apa yang harus dipersiapkan untuk PBAK hari selanjutnya di tingkat fakultas,” tambahnya.

Beralih ke salah satu maba Fakultas Ilmu Sosial (FIS), ia menyebutkan bahwa ini merupakan inisiatif dari maba itu sendiri. “Saat itu suasana semakin panas, jadi maba ini gerak sendiri untuk cari tempat yang teduh. Kemudian, yang lain melihat dan ikut meneduh, hingga pada akhirnya bubar,” kata Fathurrahman.

Dr. Nispul Khoiri, M.Ag. selaku ketua panitia sekaligus Wakil Rektor (WR) III UIN SU menerangkan bahwa rundown harus dilompat karena situasi dan kondisi. “Kita melihat situasi dan kondisi lapangan yang sudah tidak memungkinkan. Pertama, waktu terundur karena menunggu tamu undangan. Kemudian, setelah selesai ceramah umum, banyak mahasiswa sudah bubar, maka penyerahan maba kepada fakultas harus kita dahulukan,” terangnya.

Terakhir, Ketua Racana Pramuka UIN SU berharap agar ke depannya jadwal kegiatan diatur sebaik mungkin. “Kita berharap kedepannya jadwal diatur sebaik mungkin sehingga tak terjadi ketidaktertibannya maba saat PBAK. Kemudian, kita juga harus memberikan contoh kepada maba bahwasanya kedisiplinan adalah salah satu sumber dari kemajuan pribadi seseorang,” harap Syaiful Gea.

Reporter : Ahmad Fadhlan

Editor      : Miftahul Zannah

- Advertisement - DOP

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles