Sedih Boleh, Berlarut Jangan!

- Advertisement - Pfrasa_F
Ilustrasi. (foto/Instagram/@ancreative99)
- Advertisement - jd

Penulis: Ditanty Chicha Novri

“Laa tahzan innallaaha ma’ana”

Pernah mendengar sepenggal kalimat di atas kan? Sepenggal kalimat yang bermakna sejuta bahagia bagi orang-orang yang beriman, adapun artinya “Jangan bersedih sesungguhnya Allah bersama mu”. Kalimat tersebut diucapkan Allah di dalam Q.S At-Taubah ayat 40. Bagaimana tak bahagia, perkataan Allah ialah pasti.

Dalam hidup, kita sering sekali dirundung nestapa di berbagai macam masalah kehidupan. Namanya hidup, tak akan menarik jika hambar rasanya. Oleh sebab itu, kita haruslah bersyukur jika dapat merasakan manis, asam, pahit, asinnya kehidupan. Dalam hidup, kita juga sering dihadapkan pada hal-hal yang tak kita inginkan. Kita ingin ini yang datang itu, kita ingin si doi datangnya si dia, haha… ketawa boleh ya? Ini cuma senda gurau semata sebagai pelipur lara sekaligus pengingat hati bahwa semua telah diatur oleh sang Maha Kuasa.

Baca juga: Karena Jatuh Cinta

Nyatanya tak semua yang sesuai inginmu akan baik untukmu kan? Allah lebih tau yang terbaik bagi kita. Walau terkadang, manusia sering tak paham bagaimana sayangnya Allah kepada hamba-Nya. Okey, back to the topic, perihal yang namanya sedih so pasti semua manusia pernah merasa sedih, bahagia juga demikian. Namun, bagaimana cara kita menyikapi suatu persoalan? Bagaimana cara kita melihat masalah dalam sudut pandang yang berbeda. Biasanya, apa yang akan kita lakukan ketika kecewa? Ketika sedih berkepanjangan, ketika angan tak sesuai ekspektasi, ketika harap tak kunjung jadi wujud? Galau, gelisah, merana, tangisan berlarut-larut, atau marah yang akan melampiaskan kekesalan pada setiap apa saja yang dijumpai. Ya, itu tadi gejala yang timbul akibat perasaan sedih. Memang itu wajar, karena pada dasarnya manusia adalah makhluk perasa, jadi hal itu lumrah saja. Namun, balik lagi nih gimana cara kita menyikapinya lewat kacamata yang berbeda.

Baca jugaTsunami di Tubuh

Ketika kita jatuh, mari bangkit. Ketika sedih, mari bahagia kembali. Bagaimana seharusnya kita, ketika dihadapkan dengan permasalahan dunia? Jawabannya adalah Allah. Jadikanlah Ia sebagai tumpuan harapan, sebagai pondasi kokohnya dirimu atas hal-hal yang barangkali menyakitkanmu. Larilah, mengadulah kepada-Nya. Tinggalkan harapan setinggi langit hanya pada-Nya, dan jangan sedikit pun berharap pada manusia, karena manusia itu makhluk semua makhluk yang sedetik saja bisa berubah-ubah hatinya. Sedangkan Allah, Dia tak akan pernah mengecewakanmu. Dialah pondasi kokohnya orang-orang yang beriman. Sumber kuatnya hati orang-orang yang hanya mengadu pada-Nya. Mulailah percaya, dekatkan dirimu hanya pada-Nya dengan salat, zikir, membaca Alquran dan segala kebaikan yang akan membuatmu dekat dengan-Nya, niscaya hatimu akan tenang. Ingat satu hal, bahwa dalam hidup, kau boleh saja bersedih tapi tidak untuk larut secara berkepanjangan!

Editor : Yaumi Sa’idah

- Advertisement - DOP

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles