Sekolah Maunya Kuliah, Kuliah Maunya Nikah

- Advertisement - Pfrasa_F
Ilustrator: Ditanti Chicha Novri
- Advertisement - jd

Penulis : Sri Julia Ningsih

Setelah beberapa semester menjajaki dunia perkuliahan, ternyata baru terasa faktamorgana dunia kampus di kehidupan nyata tak seindah yang terlihat di sinetron. Bagaimana dunia kampus di sinetron? ternyata berbanding terbalik dengan dunia nyata. Pasalnya datang, belajar, hura-hura di kantin, hang out di mall, ngopi-ngopi hanya kita temui di sinetron semata. Boleh sepakat boleh tidak. Tak apa.

Berangkat dari ketidakselarasan antara realita dengan ekspetasi tersebut, hiruk pikuk dunia kampus di mulai dari kisah seorang gadis berkulit sawo matang, dengan bibir minimalis dan bermata sayu. Nia namanya. Nia adalah seorang gadis yang berangkat dari desa untuk mengemban pendidikan di kota, setelah tertulis “Selamat kamu lulus” pada portal salah satu universitas ternama.

Baca juga: Metode Hafal Al-Qur’an Ala Baraa Masoud

Nia berfikir, bahwa ekspetasi dunia kampus seperti apa yang ia lihat di sinetron. Menjalani semester awal, baginya tidak terlalu berat. Nia layaknya mahasiswa pada umumnya. Mengencangkan ikat pinggang, mengejar Ipk yang memuaskan. Konon katanya, mendapati Ipk cumlaude adalah impian setiap mahasiswa. Sama halnya dengan Nia.

Lambat laun, menjajaki semester atas yang sudah pasti bertambah lagi bebannya, Nia disibukkan dengan tugas-tugas yang menanti untuk selalu di kerjakan. Deadline yang sudah di ujung tanduk. Tangan kanan makan, tangan kiri mengetik. Saban hari, ia lakukan rutinitas yang begitu-begitu saja. Tubuhnya yang gemulai, kerap tak mampu menopang bebannya kala itu. Melemah, karena semaleman begadang. Matanya tampak terdzholimi alias di renggut hak tidurnya.

Baca juga: Mendikbud Luncurkan Kebijakan Baru, Apa Komentar Mahasiswa UIN SU?

“Assalamu’alaikum Put,” ucap Nia saat bertemu Puput di kampus hijau kesayangan mereka.

“Eh Nia, wa’alaikumussalam. Apa kabar Nia?” sambutnya dengan menyodorkan tangan kanannya.

“Tidak baik sekali, tidak juga sakit sebenarnya,” jawab Nia gantung.

“Ha, aku tak paham,” jawab Puput bingung.

Nia hanya menorehkan senyum, dengan wajah kelelahan dan matanya yang sayup.

“Oh, paham toh aku. Kamu pasti tadi malam begadang ya?” tanya Puput.

Baca juga: Portal Down, Pustipada Bantah Adanya Peretasan

“Iya Put. Badan ku lelah sekali rasanya, pinggang ku kaya mau patah. Mata ku juga berat sekali,” keluh Nia.

“Yah Ni, aku juga begitu. Yang satu belum selesai, sudah nambah lagi tugas yang lain,” pusing iki kepala ku.

“Ternyata kuliah tidak seindah sinetron ya Put,” tambah Nia.

“Maksudnya toh?” sahut Puput lugu.

“Kalau di sinetron, rutinitas kuliah itu datang, dengerin dosen, hangout, nongkrong sana-nongkrong sini, gaya-gayaan. Ah rasanya, aku belum pernah ngerasain seperti di film-film itu,” keluh Nia.

“Ya iya to. Namanya juga di sinetron. Nia Jangan samakan kehidupan di sinetron dengan di kehidupan nyata. Yo wes jelas beda to,” sanggah Puput.

“Ah Put, aku lelah. Mau menikah saja,” tutur Nia.

Baca juga: Mahasiswa KPI Raih Juara Catur Mesin Cup 2020

“Lo, emang kamu fikir, saat kamu menikah semata-mata kelelahan kamu akan hilang? Yo ndak to. Bagaimana mungkin, kau bisa mengurusi satu makhluk hidup, sedangkan tugas yang benda mati saja, kau tak sanggup menyelesaikannya. Nikah itu sakral, bukan main-main. Tidak mudah menyatukan dua kepala. Terlebih, alasan mu karena capek kuliah. Nia .. Nia .. Udah ah, bagus-bagus kuliah dulu ndok,” ucap Puput di atas lamunan Nia.

“Loh Put, tapikan tidak salah jika ingin menikah,” sanggah Nia.

“Tidak salah Nia, kalau niat kamu untuk menyempurnakan separuh agama mu. Tapi akan salah, jika berpijak pada “lelah” yang kini sedang kau pikul.

Baca juga: Kado Terindah dari Kakakku

Astaghfirullah, terima kasih Puput. Maafkan aku,” tutup Nia sambil memeluk Puput.

Sering mendengar kasus seperti yang Nia alami? Atau bahkan, kita sendiri yang mengalami fase itu. Fikirkan, tidak ada yang main-main dalam hal serius. Pasalnya, tidak mudah menyatukan dua kepala. Benahi diri, semoga apa yang kita harapkan ditakdirkan yang terbaik bersama kita.

Editor : Miftahul Zannah

- Advertisement - DOP

3 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share article

Latest articles