Belajar Mencintai Diri Sendiri

- Advertisement - Pfrasa_F
Sekretaris Perusahaan. (Foto: Dok. Pribadi)

Penulis: Azalika Iftitah

“(Demikianlah) sebagaimana Kami memberikan imbalan pahala kepada Ibrahim (kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik) terhadap diri mereka sendiri”

(Q.S. As Saffat: 110)

Dalam menjalani kehidupan, kita tidak hanya harus menjalin hubungan baik dengan Allah Subhanahu wa taala dan sesama manusia, tetapi juga dengan diri sendiri. Bagaimana caranya? Salah satunya adalah dengan menerapkan self-love (mencintai diri sendiri).

Mencintai diri sendiri adalah tentang bagaimana kita menanamkan harga diri, menghargai tubuh, pikiran dan jiwa yang telah Allah berikan kepada kita dan meluangkan waktu untuk merasa nyaman dengan diri sendiri. Pada akhirnya, jika kita bisa mencintai diri sendiri, kita akan lebih baik dalam mencintai orang-orang di sekitar kita. Jika bukan diri kita sendiri yang memulai untuk mencintai, maka siapa lagi yang mencintai diri kita?

Mencintai diri sendiri juga tentang bagaimana cara kita bisa menerima berbagai kelebihan dan kekurangan yang ada di dalam diri kita. Mencintai diri sendiri bukan hanya memiliki pengertian bahwa kita bisa menghargai diri kita di saat kita mencapai suatu hal yang berharga atau keberhasilan dalam meraih impian kita melainkan juga memiliki pengertian bahwa kita mampu menerima diri kita bahkan di saat kondisi tersulit sekalipun.

Bagaimana untuk memulai mencintai diri sendiri? Berikut ini beberapa cara sederhana yang bisa kita lakukan untuk mulai menerapkan mencintai diri sendiri:

Tingkatkan keimanan

Dengan meningkatkan keimanan kita dapat lebih dekat dengan-Nya, percaya pada sesuatu yang membuka jiwa pada keindahan keyakinan dan kepercayaan. Hal ini akan membangun intuisi dan membantu kita membuat keputusan berdasarkan pada intuisi. Ketika kita meningkatkan keimanan, itu dapat membawa kita dalam mempelajari hal-hal yang ada pada diri kita, sehingga pikiran, perasaan, gairah, dan emosi baru yang muncul akan membuat kita lebih menghargai diri sendiri karena kita sadar bahwa kita adalah pribadi yang dapat dipercaya.

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman” (Q.S. Ali Imran: 139).

Bersyukur

Bersyukurlah dan berterima kasih kepada diri sendiri karena sudah bisa bertahan dan kuat sampai sejauh ini. Terkadang kita lupa untuk hal ini sehingga sering sekali tidak sadar sebenarnya sudah banyak hal baik yang telah kita lewati. Bersyukur akan membantu kita fokus pada apa yang bermanfaat dalam hidup dan membiarkan pikiran fokus pada berfikir positif. Ingatkan diri kita bahwa jika Allah membuat kita sejauh ini, ia pasti memiliki sesuatu yang lebih besar dan lebih baik untuk kita.

“Jika kamu bersyukur, aku pasti akan memberimu lebih dan lebih” (Q.S. Ibrahim 14: 7).

Belajarlah untuk memaafkan diri sendiri

Jangan pernah putus asa, rahmat-Nya itu mencakup segalanya dan ketulusan selalu dihargai. Ketika kita mulai memaafkan diri sendiri, kita juga bisa mulai memaafkan orang-orang yang telah melakukan kesalahan terhadap kita. Faktanya, terkadang manusia lebih sulit memaafkan diri sendiri daripada memaafkan orang lain.

Ketika kita memiliki rasa cinta kepada diri kita, kita tidak akan menghukum diri kita berlebihan atas kesalahan yang telah atau akan kita perbuat. Bukan untuk membuat kita menggampangkan suatu masalah, namun lebih kepada memiliki kesadaran bahwa kesalahan yang membuat kita berkembang dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Belajarlah dari kesalahan dan jangan menyesali apa yang telah terjadi.

Berhenti membandingkan diri sendiri dengan orang lain

Kita mungkin sedang mengalami hal-hal berat dalam hidup, sehingga melihat orang lain lebih sukses dan bahagia adalah suatu masalah. Ingatlah, berhenti untuk membandingkan diri  sendiri dengan orang lain, karena setiap manusia diciptakan oleh-Nya berbeda-beda dan dengan keunikannya masing-masing. Membandingkan diri sendiri dengan orang lain hanya membuat kita fokus pada hal yang negatif, padahal ada begitu banyak hal lain yang harus disyukuri atas apa yang sudah diberikan-Nya untuk diri kita.

Luangkan waktu untuk me-time

Lakukan sesuatu yang kita senangi, harga diri dan mencintai diri sendiri seringkali berjalan beriringan. Jadi, berpartisipasi dalam hobi atau sesuatu yang kita senangi bukan hanya akan meningkatkan hormon endorfin, tetapi juga akan memunculkan versi terbaik dari diri. Jika suka memasak, maka memasaklah dan berbagi kepada sesama. Jika suka traveling, maka berpetualanglah, jika suka menulis, maka menulislah untuk menginspirasi orang banyak yang membaca tulisan kita. Ciptakan ritual yang benar-benar membuat kita bisa menikmati setiap prosesnya sehingga kita bisa jauh lebih bahagia dan tenang.

- Advertisement -

Share article

Latest articles